Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah perwakilan Yayasan LKiS beraudiensi dengan Bappeda Kota Jogja, di bappeda Kota Jogja, Jumat (17/1/2025)./ist LKiS
Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan LKiS menggelar audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jogja, Jumat (17/1/2025). Dalam kesempatan ini, LKiS mendorong kolaborasi antara pemerintah dengan Non Government Organization (NGO).
Audiensi ini bertujuan membangun ruang dialog antara komunitas dan pemerintah, mewujudkan kolaborasi substantif antara komunitas dan pemerintah Kota Jogja dan mendorong isu-isu strategis dalam pembangunan yang demokratis.
Program Manager LKiS, Tri Noviana, menyampaikan beberapa poin terkait aspirasi warga, termasuk harapan untuk mengawal janji-janji Wali Kota-Wakil Wali Kota terpilih.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara NGO, komunitas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Khususnya dalam memastikan pembangunan yang inklusif,” katanya.
Ketua Tim Kerja Perencanaan Pendanaan APBD, Zusri Kusuma Wardani, menyoroti tantangan dalam merangkul berbagai komunitas yang belum sepenuhnya terwadahi dalam proses perencanaan.
"Kami berupaya melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan semua kelompok dapat diakomodasi," ujarnya.
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Agus Salim, mengatakan mengapresiasi inisiatif Yayasan LKiS dalam menyampaikan catatan aspirasi warga.
BACA JUGA: Cegah Keracunan pada Siswa, Badan Gizi Nasional Memperketat SOP Makan Bergizi Gratis
Ia menyatakan aspirasi ini dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Mengingat pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja yang baru pada Maret mendatang. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin untuk merancang RPJMD dan RKPD yang selaras dengan visi dan misi kepemimpinan baru," ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya kolaboratif, BAPPEDA Kota Jogja akan menggelar Forum Konsultasi Publik pada 11 Februari 2025. Forum ini akan menjadi kesempatan bagi komunitas untuk memberikan masukan langsung terhadap RPJMD.
Dengan inisiatif ini, Yayasan LKiS dan Bappeda Kota Jogja berharap dapat menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.