Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Aerial Stadion Kridosono - Wikimedia
Harianjogja.com, JOGJA–Wacana penataan ulang GOR Kridosono dan kawasan Kotabaru, Jogja kembali mencuat setelah pengelolaan GOR tersebut diserahkan oleh Pemkot Jogja kepada Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja.
Namun, hingga kini, berbagai pihak terkait belum dapat memberikan kepastian mengenai rencana pengembangan kawasan tersebut.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat saat dimintai tanggapan mengenai hal ini, menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci mengenai rencana tersebut.
"Soal Kridosono, belum tahu saya. Nanti tanya ke GKR Mangkubumi. Saya kan nggak urusi," ungkap Sultan singkat, Rabu (22/1/2025).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut bahwa rencana penataan ulang kawasan Kridosono dan Kotabaru sebenarnya bukan isu baru.
“Kalau yang dulu terakhir itu, rencana penataannya kan simultan juga dengan kawasan Stasiun Lempuyangan. Dari sisi kawasan, mungkin nanti itu akan jadi bagian dari Kotabaru,” ungkap Made.
BACA JUGA: DPR Putuskan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Tak Bersengketa Digelar 6 Februari
Ia juga menambahkan bahwa rencana sebelumnya mencakup penataan Kotabaru menjadi kawasan yang memiliki ruang terbuka hijau dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat, termasuk area komersial. “Tapi itu sudah lama sekali. Sekarang itu kan berkembang dengan berbagai macam dinamikanya,” ujarnya.
Namun, Made mengakui bahwa setelah pengelolaan GOR Kridosono dikembalikan ke Kraton Jogja, pihaknya belum mendapat informasi pasti terkait arah rencana terbaru.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono juga mengungkapkan bahwa jawatannya belum memiliki informasi lebih lanjut terkait dengan langkah selanjutnya setelah penyerahan kembali pengelolaan GOR Kridosono kepada Kraton.
"Itu kan milik Kasultanan. Sebelumnya dikelola oleh PDAM Jogja, dan setelah itu rencananya seperti apa, kami juga belum tahu," jelasnya.
Agus menegaskan bahwa status lahan sebagai milik Kraton Jogja membuat pihaknya perlu menunggu arahan lebih lanjut dari Kraton sebelum memberikan pernyataan atau merumuskan kebijakan terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.