Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Sejumlah kapal terlihat terparkir di aliran Sungai Bawah Tanah Baron yang mengalami banjir. Kamis (23/1/2025).ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Rabu (22/1/2025) malam mengakibatkan banjir di aliran sungai bawah tanah Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Fenomena ini membuat air laut menjadi berwarna coklat dan kebiru-biruan.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, banjir di Sungai Bawah Tanah Baron sudah terjadi sejak Kamis (23/1/2025) tengah malam. Banjir ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam.
“Kalau kondisi normal air keluar dari bawah perbukitan yang menjadi alur sungai bawah tanah. Tapi, sejak semalam keluar dari atas,” kata Suris kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, banjir di Sungai Bawah Tanah Baron merupakan hal yang biasa pada saat musim penghujan. Terlebih lagi, sungai ini merupakan muara sehingga saat terjadi hujan deras di wilayah utara, maka akan terjadi banjir.
“Saat terjadi banjir, laut seperti terbelah. Ada aliran coklat dari sungai bawah tanah dan biru dari air laut. Bahkan kalau sedang deras-derasnya, maah mirip air terjun karena air mengalir dari sela-sela perbukitan karts,” katanya.
Meski sungai bawah tanah meluap, Suris memastikan kondisi di sekitaran Pantai Baron aman terkendali. Pengunjung pun diminta tidak khawatir karena kondisi gelombang juga landau.
“Tapi tetap harus berhati-hati saat bermain air untuk menghindari hal-hak yang tidak diinginkan. Tentunya, kalau ada pengunjung yang bermain di area berbahaya, pasti akan kami ingatkan,” katanya.
BACA JUGA: Tanggul Jebol, Polres Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Ruas Jalan Grobogan-Semarang
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono menambahkan, banjir di Sungai Bawah Tanah Baron hanya sementara dan saat surut akan kembali normal. Namun, sambung dia, saat terjadi hujan deras, maka banjir akan kembali terjadi.
“Sudah biasa. Tapi, kami tetap mengimbau kepada pengunjung untuk berhati-hati,” katanya.
Meski sempat terjadi cuaca ekstrem dengan naiknya gelombang di laut, tapi kondisi sekarang sudah mulai kembali normal. Nelayan yang sempat berhenti melaut, saat sekarang sudah mulai beraktivitas menangkap ikan.
“Sudah beraktivitas dan mudah-mudahan berjalan lancar semuanya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.