Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Stadion Mandala Krida Joga/Harian Jogja-Desi Suryanto
JOGJA—PSIM memastikan satu tiket di Liga 1 musim depan. Manajemen Laskar Mataram berharap dapat menggunakan Stadion Mandala Krida sebagai homebase.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno mengungkapkan timnya masih berharap dapat menggunakan Stadion Mandala Krida sebagai kandang untuk musim depan di Liga 1.
Namun, melihat kondisi renovasi yang belum pasti, opsi lain pun sedang dipertimbangkan. "Kami masih ingin tetap di Mandala Krida. Tetapi jika tidak memungkinkan, Stadion Sultan Agung [Bantul] menjadi pilihan terbaik karena kapasitasnya cukup besar," ujar Liana.
BACA JUGA: PSIM Jogja Promosi ke Liga 1, Pelatih: Takdir Tuhan
Meski begitu, Liana mengakui bahwa kepastian penggunaan Stadion Sultan Agung juga masih bergantung pada kebijakan pemerintah setempat.
Oleh karena itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan operator liga, untuk memastikan PSIM tetap memiliki stadion yang layak untuk berlaga di musim mendatang. "Namun beberapa waktu lalu kan ada pernyataan dari Gubernur dan pihak terkait mengenai renovasi ini ya [Mandala Krida]. Ini yang juga coba kami urus ke Jakarta. Tetapi opsinya antara Mandala Krida atau Bantul [Stadion Sultan Agung]."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.