Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
TPID Kota Jogja mengecek kios Segoro Amarto di Pasar Kranggan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan Kota Jogja akan menambah satu Kios Segoro Amarto tahun ini, dengan lokasi di Pasar Demangan. Kios Segoro Amarto menjadi acuan bagi konsumen untuk mengecek Harga Eceran tertinggi (HET) beberapa komoditas bahan pangan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan saat ini Pemkot Jogja sudah memiliki Kios Segoro Amarto di empat titik, yakni Pasar Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman, dan Sentul. “Nanti akan kami tambah di Pasar Demangan, sehingga jadi lima titik,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Kios Segoro Amarto memiliki fungsi utama sebagai rujukan HET dan pengendalian harga. Meski demikian, masyarakat juga bisa membeli barang dari Kios Segoro Amarto dengan jumlah yang terbatas. Untuk memastikan ketersediaan stok, pihaknya bekerja sama dengan beberapa distributor.
“Stok pasti ada. Kami jamin, kami bekerja sama dengan Bulog, yang bermitra dengan BI dan BPD. Di situ stok selalu ada di Kios Segara Amarto. Di situ masyarakat bisa melihat harganya itu berapa, untuk melihat perbandingan yang dijual pedagang dengan HET,” katanya.
Namun khusus untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerinta pusat. “Karena ada surat berkaitan dengan penghentian beras SPHP yang untuk masyarakat. Tapi kami selalu menyediakan beras premium di Kios Segoro Amarto,” paparnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggana, menuturkan melalui Kios Segoro Amarto, masyarakat bisa mendapatkan informasi HET komoditas bahan pangan secara real time. “Paling tidak masyarakat bisa menilai, membandingkan kalau di dalam pasar seperti apa. Itu menjadi pilihan masyarakat,” ungkapnya.
Kios Segoro Amarto juga menjadi acuan bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ketika meninjau harga bahan pangan. Hal ini seperti yang dilakukan TPID Kota Jogja sebelum memasuki bulan Ramadan ketika meninjau Pasar Kranggan, mereka terlebih dahulu mengecek Kios Segoro Amarto sebelum melihat harga-harga di lapak para pedagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.