Sapi 1 Ton Asal Gunungkidul Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Foto ilustrasi nasi bungkus atau nasi kucing. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Gunungkidul mengklaim program makan gratis yang digulirkan berjalan dengan lancar. Penyaluran bantuan dilakukan selama sebulan mulai 14 Februari hingga 15 Maret 2025.
Sekretaris Dinas Sosial-P3A Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan program makan gratis yang dibiayai APBD Gunungkidul telah berakhir karena hanya berlangsung selama satu bulan. Dia mengklaim pelaksanaan berjalan dengan lancar karena warga penerima sasaran dapat menerima dengan senang. “Penyaluran terakhir dilaksanakan 15 Maret, karena memang program makan gratis hanya berlangsung sebulan,” kata Nurudin, Senin (17/3).
Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Total penerima bantuan ada sebanyak 1.227 penerima manfaat, terdiri dari 82 anak, lansia 518 orang dan disabilitas sebanyak 627 orang.
Adapun menu yang disajikan terdiri dari nasi, buah, sayur, lauk hingga air mineral yang diberikan sehari dua kali. Meski demikian, Nurudin mengakui tidak semua calon menerima bantuan ini. Pasalnya, ada 41 orang yang mengembalikan bantuan dikarenakan telah mendapatkan bantuan lain, meninggal dunia atau pindah domisili.
BACA JUGA: Ribuan Penggerobak Sampah di Jogja Siap Bekerja, Pemkot Siapkan Fasilitas
“Untuk penyaluran maupun pengolahan ditangani oleh kelompok masyarakat di 18 kapanewon. Berhubung ada 41 penerima yang gagal salur, maka kelompok masyarakat mengembalikan anggarannya dengan besaran Rp33,3 juta ke kas daerah,” kata dia.
Selama penyaluran juga menyiapkan antisipasi hal-hal yang tak diinginkan dengan menyiapkan tim yang siaga selama 24 jam. Tim ini dipersipakan guna penanganan saat terjadi kasus yang butuh penanganan secara cepat. “Tujuan memberikan bantuan untuk menambah asupan gizi pada warga penerima sasaran. Kami bersyukur penyaluran berjalan dengan baik dan warga menyukai makanan yang diberikan,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto menyambut baik adanya program bantuan makanan untuk warga yang bersumber dari APBD kabupaten. Tujuannya baik, untuk menambah gizi bagi warga yang masuk kategori terlantar atau miskin.
Dia memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan pelaksanaan karena berjalan dengan baik. “Bisa berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat ke Masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.