Kebakaran Lahan Berisiko Picu Monyet Masuk Permukiman Warga
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Ilustrasi PNS - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Pusat telah resmi menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja mulai 24-27 Maret 2025. Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku di lingkup Pemkab Gunungkidul.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengatakan, berdasarkan kebijakan dari Pemerintah Pusat ada kebijakan WFA jelang Lebaran. Namun, untuk penyusunan kebijakan ini, namun kewenangan bukan di BKPPD.
Menurut dia, kebijakan berkaitan dengan WFA berada di Bagian Organisasi, Setda Gunungkidul. “Yang menentukan ada di bagian organisasi. Yang jelas, kami akan mengikuti kebijakan apa yang diterapkan,” kata Iskandar, Jumat (21/3/2025).
Terpisah, Kepala Bagian Organisasi, Setda Gunungkidul, Ajie Saksono mengatakan, berdasarkan keputusan dari pimpinan, maka di Gunungkidul diputuskan tidak ada WFA. Kebijakan ini, kata dia, juga berdasarkan komunikasi dengan kabupaten dan kota lain di Pemerintah DIY.
“Tidak ada WFA dan sudah masuk dalam libur atau cuti bersama yang ditetapkan melalui Surat Edaran Bupati,” kata Ajie.
BACA JUGA: Pembayaran THR di Gunungkidul Maksimal Diberikan H-7 Lebaran
Dia menjelaskan alasan tidak menggelar WFA karena mengacu pada Surat Edaran dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. Kebijakan ini dilaksanakan untuk mengurangi risiko kepadatan di jalur mudik.
Meski demikian, kata Ajie, potensi kemacetan tidak ada di Gunungkidul, karena kerawanan tersebut lebih tepatnya terjadi di Jakarta dan sekitarnya. “Jelang Lebaran tahun lalu ada kebijakan work from home [WFH] untuk mengurangi risiko kemacetan di jalur mudik, tapi kebijakan tersebut juga tidak dilaksanakan. Hal yang sama juga berlaku tahun ini, dengan tidak menerapkan WFA,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Foto Messi menggendong bayi Lamine Yamal pada 2007 kini berujung duel di final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.
Riset kolaboratif mengungkap budaya Toalean di Sulsel berkembang dari tradisi teknologi batu lokal yang telah bertahan selama 40.000 tahun.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menjaga kedaulatan pangan regional
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
OIKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk pembangunan IKN batch 3, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan periode 2026-2028.