Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul memrediksi produksi sampah saat Lebaran mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi karena peningkatan aktivitas di pasar maupun lokasi wisata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, momen Lebaran aktivitas di Masyarakat ikut meningkat. Kondisi ini pun berdampak terhadap produksi sampah yang ikut meningkat.
BACA JUGA: Selama Libur Lebaran 2025, Walhi Yogyakarta Prediksi Potensi 550 Ton Sampah Per Hari
Ia menggambarkan, di waktu normal, produksi sampah mencapai 50-55 ton per harinya. Namun saat jelang dan Lebaran ada prediksi kenaikan hingga 10% dari biasanya.
“Kenaikan ini tidak lepas dari naiknya aktivitas di pasar saat akan lebaran. Sedangkan saat liburan, aktivitas kunjungan wisata juga meningkat sehingga produksi sampah juga mengalami kenaikan,” kata Hary kepada wartawan, Kamis (27/3/2025).
Untuk memastikan kebersihan selama libur lebaran, DLH Gunungkidul juga telah menyiapkan armada pengangkut sampah yang akan beroperasi tanpa libur. Hary Sukmono memastikan, 17 armada yang dimiliki oleh DLH akan tetap bekerja, meskipun hari raya Idulfitri.
“Kami tidak ada libur, meski saat libur Lebaran. Kami tetap akan membersihkan kawasan perkotaan dan titik-titik keramaian seperti alun-alun, khususnya saat pelaksanaan Salat Id,” katanya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, masalah sampah harus ditangani bersama sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di Bumi Sembada. Ia mengingatkan agar setiap destinasi wisata, toko, warung, dan perusahaan di sepanjang jalan utama untuk menyediakan tempat sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Penyediaan fasilitas ini dengan tujuan agar sampah yang dihasilkan selama aktivitas lebaran dapat terkeloa dengan baik,” katanya.
Tak hanya itu, Endah juga mengimbau kepada peserta takbir keliling diimbau untuk tidak menggunakan makanan dan minuman kemasan sekali pakai. “Mari bersama-sama mengurangi produksi sampah untuk menjaga kebersihan,” katanya.
Menurut dia, upaya penanganan samaph tidak hanya pada saat Berlebaran. Pasalnya, langkah jangka panjang juga wajib dilakukan, salah satunya setiap warga diminta memisahkan sampah organik dan non-organik.
Sampah non-organik hasil pemilahan diharapkan bisa diserahkan atau dijual ke Bank Sampah atau Shodaqoh Sampah terdekat.
“Ini menjadi bagian untuk memaksimalkan pengelolaan sampah. Kami ingin agar masyarakat sadar dan aktif mengolah sampah sejak dari rumah,” kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.