Bantul Tak Mau Salah Pilih Pengelola Baru Kawasan Industri Piyungan
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.
Sejumlah sampah menumpuk di timur Jembatan Gembiraloka Zoo, Gedongkuning, Banguntapan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL – Menjelang Lebaran, potensi peningkatan pembuangan sampah liar di Kabupaten Bantul disebut bakal meningkat. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat menyebut pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah liar tetap dimaksimalkan selama masa Lebaran guna memastikan kebersihan wilayahnya.
Kepala Satpol PP Bantul, Raden Jati Bayubroto mengungkapkan, permasalahan utama saat ini adalah ketidakseimbangan antara produksi dan pengolahan sampah. Banyak warga di Bantul yang menerima sampah dari daerah lain, seperti Sleman dan Kota Jogja dengan imbalan tertentu.
“Masyarakat yang memiliki lahan kosong menerima sampah dari luar Bantul secara berbayar. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp500.000 untuk skala kecil hingga lebih dari Rp1 juta untuk skala besar. Selain mendapatkan bayaran, mereka juga memilah sampah untuk dijual kembali,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Namun, masalah utama muncul ketika residu sampah tidak bisa dibuang dengan semestinya. “Akhirnya, sisa sampah yang tidak bisa diolah dibakar begitu saja, menyebabkan pencemaran lingkungan,” tambahnya.
Satpol PP Bantul, kata dia juga telah menutup enam lokasi pembuangan sampah ilegal dan masih terus melakukan pemantauan serta pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Lokasi-lokasi yang menjadi titik pembuangan sampah liar tersebar di berbagai kecamatan, seperti Banguntapan, Pajangan, hingga Piyungan.
“Khusus di Piyungan, ada satu kampung yang secara kolektif menerima sampah. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga butuh solusi jangka panjang,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja menyebutkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah diminta untuk mengatur jadwal rutin untuk membersihkan sampah liar dan tumpukan sampah di kawasan wisata selama Lebaran. “Kami sudah meminta DLH untuk menambah fasilitas serta mengoptimalkan peran Satpol PP dalam mengawasi dan menindak pembuang sampah ilegal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.