El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Penampakan ITF Bawuran yang dibangun Perumda Aneka Darma dan digadang-gadang bisa mengolah sampah dengan kapasitas 50 ton per hari belum lama ini. (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Perumda Aneka Dharma yang mengoperasionalkan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Pleret berjanji akan memulai pengolahan sampah di lokasi itu pada akhir April 2025 nanti.
Hal ini merespons fasilitas pengolahan sampah modern itu yang masih belum menunjukkan tanda-tanda operasional sampai sekarang, padahal dijadwalkan aktif sejak awal April 2025 lalu.
Direktur Perumda Aneka Dharma, Yuli Budi Sasangka memastikan telah melaksanakan serangkaian uji coba, baik secara parsial maupun menyeluruh terhadap perangkat di ITF tersebut. Namun, sejumlah kendala teknis membuat proses operasionalisasi belum bisa tuntas sepenuhnya.
“Beberapa hal menjadi bahan evaluasi kami. Di antaranya ada alat yang belum sempurna, instalasi kelistrikan yang masih perlu dirapikan dan yang paling krusial adalah saluran menuju IPAL yang harus kami sempurnakan,” ujar Yuli, Senin (14/4/2025).
Menurut Yuli, seluruh teknisi sempat bekerja secara intensif sejak pertengahan Januari hingga akhir Maret. Namun, intensitas kerja itu sempat mereda karena libur Lebaran, di mana para teknisi baru kembali bekerja pada 10 April lalu.
“Setelah itu, kami langsung adakan pertemuan dan hasilnya tetap kami upayakan agar ITF Bawuran bisa beroperasi di bulan April ini,” katanya.
Salah satu kendala yang ditemui di lapangan adalah penataan ulang kabel dan panel kelistrikan. Kabel-kabel yang sebelumnya terpasang di bawah akan dipindah ke atas, dengan tiga lemari panel utama digeser dan dimasukkan ke ruang panel khusus yang kini sedang dirampungkan.
Selain itu, meski belum dapat beroperasi penuh, Yuli memastikan bahwa ITF Bawuran siap menerima sampah dari wilayah Bantul maupun Kota Jogja meski dalam jumlah terbatas. “Kapasitas maksimalnya 50 ton per hari, tapi nanti kami mulai bertahap dari 10 ton dulu,” ktanya.
Berdasarkani pantauan di lapangan belum lama ini, ITF Bawuran masih tampak sepi. Hanya beberapa kendaraan terparkir dengan aktivitas terbatas seperti suara gerinda logam terdengar samar. Tak tampak adanya mobilitas signifikan dari pekerja ataupun aktivitas pengolahan sampah.
BACA JUGA: Listrik Belum Juga Masuk, Rencana Commissioning Test ITF Bawuran Tak Jelas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho membenarkan bahwa hingga kini ITF belum operasional. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Perumda Aneka Dharma sebagai operator lapangan.
“Kami masih menunggu perkembangan dari pengelola. Semuanya tergantung kesiapan alat dan proses internal mereka,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa