Kelok 23 di JJLS Jogja Segera Dibuka, Waktu Tempuh Kretek-Girijati Cuma 7,5 Menit
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
Penampakan ITF Bawuran yang dibangun Perumda Aneka Darma dan digadang-gadang bisa mengolah sampah dengan kapasitas 50 ton per hari belum lama ini. (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Perumda Aneka Dharma yang mengoperasionalkan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Pleret berjanji akan memulai pengolahan sampah di lokasi itu pada akhir April 2025 nanti.
Hal ini merespons fasilitas pengolahan sampah modern itu yang masih belum menunjukkan tanda-tanda operasional sampai sekarang, padahal dijadwalkan aktif sejak awal April 2025 lalu.
Direktur Perumda Aneka Dharma, Yuli Budi Sasangka memastikan telah melaksanakan serangkaian uji coba, baik secara parsial maupun menyeluruh terhadap perangkat di ITF tersebut. Namun, sejumlah kendala teknis membuat proses operasionalisasi belum bisa tuntas sepenuhnya.
“Beberapa hal menjadi bahan evaluasi kami. Di antaranya ada alat yang belum sempurna, instalasi kelistrikan yang masih perlu dirapikan dan yang paling krusial adalah saluran menuju IPAL yang harus kami sempurnakan,” ujar Yuli, Senin (14/4/2025).
Menurut Yuli, seluruh teknisi sempat bekerja secara intensif sejak pertengahan Januari hingga akhir Maret. Namun, intensitas kerja itu sempat mereda karena libur Lebaran, di mana para teknisi baru kembali bekerja pada 10 April lalu.
“Setelah itu, kami langsung adakan pertemuan dan hasilnya tetap kami upayakan agar ITF Bawuran bisa beroperasi di bulan April ini,” katanya.
Salah satu kendala yang ditemui di lapangan adalah penataan ulang kabel dan panel kelistrikan. Kabel-kabel yang sebelumnya terpasang di bawah akan dipindah ke atas, dengan tiga lemari panel utama digeser dan dimasukkan ke ruang panel khusus yang kini sedang dirampungkan.
Selain itu, meski belum dapat beroperasi penuh, Yuli memastikan bahwa ITF Bawuran siap menerima sampah dari wilayah Bantul maupun Kota Jogja meski dalam jumlah terbatas. “Kapasitas maksimalnya 50 ton per hari, tapi nanti kami mulai bertahap dari 10 ton dulu,” ktanya.
Berdasarkani pantauan di lapangan belum lama ini, ITF Bawuran masih tampak sepi. Hanya beberapa kendaraan terparkir dengan aktivitas terbatas seperti suara gerinda logam terdengar samar. Tak tampak adanya mobilitas signifikan dari pekerja ataupun aktivitas pengolahan sampah.
BACA JUGA: Listrik Belum Juga Masuk, Rencana Commissioning Test ITF Bawuran Tak Jelas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho membenarkan bahwa hingga kini ITF belum operasional. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Perumda Aneka Dharma sebagai operator lapangan.
“Kami masih menunggu perkembangan dari pengelola. Semuanya tergantung kesiapan alat dan proses internal mereka,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
Hyundai menunda ADAS mandiri hingga 2029 dan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan teknologi Level 2+ dan 2++ mulai 2028.
Email hilang di laptop? Coba 6 cara ini, mulai dari mengecek Sampah, Arsip, pencarian, sinkronisasi, hingga cadangan data.
Jay Idzes menjadi starter saat Sassuolo mengalahkan Juventus 3-2 dalam drama lima gol pada pekan keempat Liga Italia.
Bezzecchi mengungkap penyebab crash di Tikungan 13 MotoGP San Marino 2026 dan menegaskan bukan karena tekanan balapan kandang.
Kimi Antonelli juara GP Spanyol 2026 di Sirkuit Madring Sur, Madrid. Kemenangan kedelapan musim ini, unggul 81 poin di klasemen F1.