Tenggat PBB-P2 Kian Dekat, Target di Lima Kalurahan Masih Rendah
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Bedah buku sambil melatih generasi muda Kulonprogo menjadi konten kreator sebagai lahan pekerjaan baru yang bisa disasar, Rabu (7/5/2025) di Aula Kantor Disperpusip Kulonprogo. /Khairul Ma'arif-Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 50 remaja dari berbagai daerah di Kabupaten Kulonprogo dilatih dan mendiskusikan kiat menjadi konten kreator. Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kulonprogo yang mayoritas pesertanya pelajar dan mahasiswa. Narasumbernya yakni konten kreator Kristi Yuliani atau yang biasa dikenal Mbok Wiryo.
Kepala Disperpusip Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta mengatakan, pelatihan ini dikemas dalam bedah buku Seni Jadi Kreator Konten. Menurutnya, konten kreator Mbok Wiryo sudah tidak asing bagi masyarakat Kulonprogo. "Tujuannya kami ingin literasi ini betul-betul untuk kesejahteraan dari bedah buku bisa menerapkan menjadi konten kreator atau youtuber," katanya, Rabu (7/5/2025).
BACA JUGA: Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Konten Rendang Willie Salim
Diskusi buku tersebut berlangsung dua arah. Pelajar yang ikut serta melontarkan pertanyaan ke narasumber utama yakni Mbok Wiryo. Duana Heru mengakui, memang diskusi ini juga sebagai bekal pembelajaran generasi penerus Kulonprogo untuk menjadi konten kreator.
Dia menilai, di era sekarang cita-cita masa depan bagi anak tidak melulu pekerjaan yang itu-itu saja. "Tidak hanya terbatas menjadi PNS, tentara, polisi, dokter tetapi ada juga yang menjadi konten kreator sehingga mendapatkan penghasilan yang besar atau lumayan," ujarnya.
Ia berharap melalui bedah buku yang sekaligus pelatihan menjadi konten kreator yang digelar instansinya ada kemanfaatan lebih bagi generasi penerus Kulonprogo.
Tidak sekadar bedah buku, penyampaian materi dari Mbok Wiryo dapat langsung dipraktikan. Terutama kaitannya dengan menghasilkan konten video yang menarik. Peserta yang ikut dalam pelatihan pun langsung praktik membuat konten video untuk dilombakan.
BACA JUGA: Willie Salim Gelar Masak Akbar di Bengkulu, Didukung Gubernur Helmi Hasan
"Video yang pernah dibuat bisa disempurnakan sehingga ada outputnya langsung dan mereka kami minta konsisten di Medsosnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, narasumber Mbok Wiryo menyampaikan beberapa hal terkait pembuatan konten. Selain itu, dia menyampaikan beberapa kiat yang dapat dilakukan sebelum mengupload videonya ke Medsos.
Menurutnya dalam membuat konten pasti ada keragu-raguan terkait video yang dibuat. Menurutnya, perasaan ragu tersebut itu wajar tetapi tidak boleh memeliharanya secara berkepanjangan. "Harus dicoba agar mengetahui kapasitas kita," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.