1.048 Anak Putus Sekolah di Kulonprogo, Mayoritas SMP
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO–Ancaman kekeringan selalu mengintai sejumlah kapanewon di Kabupaten Kulonprogo khususnya yang berada di perbukitan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi agar kekeringan tidak terjadi. Sekalipun dialami warga tidak berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Kulonprogo Heri Darmawan menyampaikan, titik-titik kantong kekeringan biasanya diupayakan tidak terjadi saat kemarau yang sudah di depan mata. Menurutnya, di titik yang biasanya dilakukan droping air suda diupayakan untuk peningkatan saluran air bersih bersama PDAM dan Pamsimas. “Kami akan mengoptimalkan sumur-sumur resapan yang ada di titik-titik agar airnya bisa dipertahankan dalam jangka panjang,” katanya, Rabu (14/5/2025).
BACA JUGA: Kekeringan Menggila di Salatiga
Penghijauan dengan penanaman pohon yang bisa menyimpan kandungan air cukup lama. Misalnya seperti pohon gayam, pohon preh, dan beringin dapat menyimpan air dalam jangka panjang. Heri mengaku, Pemkab Kulonprogo selalu konsisten dengan Pamsimas untuk menghadapi kekeringan saat kemarau.
“Pamsimas lebih murah pengelolaan oleh masyarakat sehingga dapat mandiri,” sambungnya. Heri menyebutkan, keberadaan Pamsimas menjadi salah satu solusi menghadapi kekeringan di kawasan perbukitan Kulonprogo yang sering terjadi saat kemarau. Meskipun disadarinya solusi tersebut hanya satu upaya karena masih harus memiliki sumber mata air lainnya.
Ketua Tim Pelaksana Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti menambahkan, program penyediaan Pamsimas untuk tahun ini belum ada. Menurutnya, untuk di kawasan perbukitan sudah ada SPAM pedesaan yang sudah tersebar di 65 kalurahan. “Pamsimas sudah diajukan tetapi diberikan atau tidak itu dari pusat,” tuturnya.
Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, dan Girimulyo yang berada di perbukitan Menoreh Kulonprogo sangat rentan terhadap kekeringan. SPAM pedesaan merupakan air minum termasuk untuk MCK juga. Silvi menjelaskan, Pamsimas merupakan istilah programnya yang dalam realisasinya menjadi SPAM pedesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.