Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Ilustrasi kompos./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Umbulharjo mengelola sampah organik dengan menggunakan maggot. Pengolahan sampah tersebut dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah yang dibuang ke depo sampah.
Pengelola Ndalem Maggot Sawo, Debu Agung menuturkan pengelolaan sampah organik di wilayahnya menggunakan maggot jenis Black Soldier Fly (BSF). Dia menyampaikan pengelolaan sampah tersebut dinilai efektif karena dapat menurunkan volume sampah organik di wilayahnya.
Dia menilai pengolahan sampah organik dengan maggot pun mampu menghasilkan produk turunan lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Maggot mampu memakan sampah organik dan mengubahnya menjadi pupuk yang kaya nutrisi,” katanya, Senin (26/5/2025).
Pupuk organik yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi pribadi atau dijual, sehingga dapat mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat. Pengolahan sampah dengan maggot tidak memerlukan bahan dan peralat yang beragam, hanya memerlukan boks yang digunakan untuk membudidayakan maggot.
Dalam boks tersebut, masyarakat hanya perlu memasukkan sampah organik berupa sisa sayur atau buah yang akan dimakan oleh maggot tersebut. Di situ dari maggot bayi akan berkembang menjadi maggot dewasa.
“Besar harapan dengan adanya kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mengelola sampah khususnya sampah organik baik secara mandiri atau komunitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.