Guru SD di Kulonprogo Wafat Saat Jalani Ibadah Haji
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Ilustrasi Puskesmas Pembantu - ist/bantulkab.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mengusulkan rehab atau renovasi puskesmas pembantu (Pustu) yang rusak berat. Pengusulan itu untuk realisasi di 2026 terhadap enam Pustu dan hanya menyasar bagi yang rusak berat.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami menjelaskan, usulan rehab enam pustu itu tersebar di beberapa kapanewon. Di antaranya di Kapanewon Nanggulan, Girimulyo, Pengasih, dan Kalibawang. "Sumber pendanaannya untuk rehab dari dana alokasi khusus (DAK) dan APBD," katanya, Selasa (3/6/2025).
BACA JUGA: Rusak, Dua Pustu di Kulonprogo Segera Dibenahi
Dia menjelaskan, rehab di Nanggulan untuk Pustu Donomulyo dan Tanjungharjo. Begitu pun Girimulyo dua titik Pustu Jatimulyo dan Purwosari. Sedangkan di Kalibawang Pustu Klangon dan Pustu Sendangsari di Pengasih.
Direncanakannya Pustu Donomulyo, Purwosari, Sendangsari, dan Klangon rehab menggunakan DAK fisik. Sedangkan Pustu Jatimulyo dan Tanjungharjo menggunakan APBD. "Itu semua baru usulan untuk 2026 belum ada keputusan," sambungnya.
Sri Budi membenarkan, untuk rehab hanya diperuntukan untuk Pustu yang mengalami rusak berat. Itu berarti keenam Pustu yang diajukan tersebut kondisinya rusak berat. Menurutnya, untuk Pustu dengan kondisi rusak berat tidak dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
"Karena akan membahayakan pasien, pengunjung, maupun petugas," tuturnya. Kondisi tersebut mengharuskan pelayanannya sementara dialihkan ke tempat yang layak.
Beberapa di antaranya dialihkan ke balai kalurahan. Sehingga layanan di Pustu yang alami tidak terganggu. "Karena dialihkan ke tempat yang mudah dijangkau dan strategis bagi warga," ucap Sri Budi.
Dia mengungkapkan, di Kulonprogo terdapat 63 Pustu. 28 di antaranya mengalami rusak berat dan 15 rusak ringan sampai sedang. Itu artinya dari 63 hanya 20 Pustu yang dalam kondisi baik. Sedangka 43 sisanya sedang rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.