PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Kondisi jalan menuju Pantai Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari yang sempit sehingga tidak bisa untuk berpapasan bus pariwisata. Senin (16/6/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jalan baru di jalur wisata dari Kalurahan Kepek menuju Pantai Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari belum bisa dilanjutkan sejak terakhir dibangun di 2019 lalu. Ketiadaan anggaran menjadi faktor penyebab mandeknya pembangunan sarana infrastruktur ini.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pihaknya masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk menyelesaikan pembangunan jalan baru menuju Pantai Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Pembangunan jalur wisata ini sudah dimulai sejak 2017, tapi berhenti di 2020 lalu.
BACA JUGA: Pembangunan Ruas Jalan Gunungkidul-Sleman Segera Dimulai
“Kelanjutan pembangunan terakhir di 2019 lalu. Setahun berikutnya ada anggaran, tapi terkena refocusing untuk menangani pandemi corona sehingga pelaksanaan pengerjaan belum bisa dilanjutkan sampai sekarang,” kata Wadiyana, Selasa (17/6/2025).
Ia mencatat, masih ada ruas sepanjang 4,5 kilometer yang belum bisa diselesaikan. Menurut dia, kemampuan keuangan daerah masih sangat terbatas sehingga belum bisa menyelesaikannya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar jalan ini bisa selesai. Berbagai cara juga sudah dilakukan, salah satunya dengan meminta bantuan ke Pemerintah DIY melalui dana keistimewaan, tapi hingga saat ini belum disetujui.
“Sudah empat kali mengajukan ke danais untuk melanjutkan pembangunan jalan wisata Kepek-Ngobaran, tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.
Salah seorang warga di Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Triyono mengatakan, jalan baru Kepek-Ngobaran memiliki peran yang sangat strategis untuk pengembangan sektor kepariwisataan di Saptosari. Pasalnya, jika jalur baru bisa diselesaikan maka akses wisatawan jadi lebih mudah.
Menurut dia, jalur menuju pantai saat ini kurang representatif karena terlalu sempit dan banyak tikungan. Akibatnya, kendaraan besar tidak bisa masuk ke kawasan pantai di Saptosari.
“Terlalu sempit makanya jalan baru bisa segera direalisasikan,” katanya.
Triyono mengakui untuk lahan tidak ada masalah karena Pemkab Gunungkidul sudah membebaskan sejak beberapa tahun yang lalu. “Lokasi jalurnya sudah ada, tapi pembangunannya berhenti di tengah jalan. Kalau jalan baru ini bisa diselesaikan, kami menyakini perkembangan wisata di kawasan Pantai Ngobaran bisa lebih cepat lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.