Warga 2 Padukuhan Kembali Tolak Tambang Pasir Sungai Progo, Datangi Kantor CV BKS
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan dan Direktur SIGAB Joni menandatangani MoU sebagai penguatan kerja sama menuju kabupaten yang lebih inklusif. /Istimewa Humas Pemkab Kulonprogo.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berkomitmen menjadikan daerahnya ramah bagi para penyandang disabilitas. Oleh karena itu Pemkab menggandeng sasana inklusi dan gerakan advokasi difabel (SIGAB) Indonesia menandatangani nota kesepahaman atau MoU. Bertempat di Kantor Pemkab Kulonprogo, Rabu (2/7/2025) penandatanganan MoU ini menjadi langkah lanjutan untuk pemenuhan hak-hak difabel.
Direktur SIGAB Indonesia, Joni Yulianto menyampaikan, kerja sama dengan Pemkab Kulonprogo dimulai sejak 2014 silam. Melalui rintisan desa inklusi (Rindi) dan MoU sekarang melalui penguatan inklusi sosial untuk kesetaraan dan hak-hak difabel. "Kami berharap kelanjutan kerja sama ini akan memperluas desa inklusif di seluruh Kulonprogo," katanya.
BACA JUGA: Uji Coba Lantip di Jogja, Roda Empat Paling Sering Langgar Batas Kecepatan
Saat ini, sudah menggandeng Kalurahan Kaliagung, Srikayangan, Sukerono, Jatisarono, Wijimulyo, dan Kembang yang berada di Kapanewon Sentolo dan Nanggulan. Tidak hanya mewujudkan daerah yang inklusif tetapi kerja sama ini juga penguatan penyandang disabilitas. Tujuannya tentu agar setiap difabel mendapatkan kesempatan yang sama.
"Selain aktivitas utama Rindi, kami juga melakukan penguatan akses difabel dalam aspek ketenegakerjaan melalui unit layanan disabilitas (ULD) ketenagakerjaan bersama Disnaker," ujarnya.
Dia berharap, komitmen ini menjadi pendorong perubahan nyata di Kulonprogo. Pelaksanaan pembangunan harus benar-benar inklusif tidak ada satu orang pun yang tertinggal.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menegaskan, pentingnya kerja sama lintas sektor demi memastikan tidak ada warga difabel yang tertinggal dalam pembangunan daerah. Menurutnya, difabel sering tidak mendapatkan haknya dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga dengan adanya MoU ini menjadi dasar kerja sama jangka panjang, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di level desa.
"MoU ini menjadi langkah awal Kulonprogo membangun daerah inklusif baik dari sisi kesempatan maupun aksesibilitas fasilitas umum," ucapnya.
BACA JUGA: Anggota Polsek Imogiri Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Beruntun di Banguntapan Bantul
Dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi desa inklusif agar para lurah di Kulonprogo dapat menerapkannya dengan baik. Agung menyoroti Kalurahan Kaliagung sebagai contoh baik dalam pemberdayaan disabilitas. Pasalnya kalurahan tersebut sudah memberikan akses kerja, membina UMKM, hingga mengalokasikan lahan garapan dari tanah kas desa ke penyandang disabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Gianni Infantino meninjau SUGBK bersama Erick Thohir menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.