Proyek Lampu Jalan Masuk Tahap Evaluasi Dokumen, Konstruksi 2027
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Taman wisata Kaliurang. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mencatat ada 4.294.897 wisatawan melancong ke Bumi Sembada selama enam bulan atau semester pertama 2025. Angka kunjungan itu meningkat 8,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan angka kunjungan pada semester I 2024 hanya 3.942.568 wisatawan. Ada kenaikan 352.329 wisatawan.
Sedangkan, apabila membandingkan angka kunjungan bulan Juni 2025 dengan Juni 2024 ada kenaikan 0,61% dengan rincian Juni 2024 ada 779.361 wisatawan dan Juni 2025 ada 784.147 wisatawan.
Melihat data semester I 2025, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) masih mendominasi dengan total 4.190.179 wisatawan atau 97,56% dari total angka kunjungan. Wisatawan dari Pulau Jawa paling banyak dengan 85% dengan rincian Jawa Timur 29,27%, Jawa Tengah 24,28%, DIY 13,41%, Jawa Barat 7,87%, DKI Jakarta 6,71%, dan Banten 3,45%.
Moda transportasi paling banyak digunakan wisatawan nusantara adalah transportasi darat dengan moda kereta api 35,79% dan moda darat lainnya 59,20%. Tiga pilihan destinasi wisatawan masih tetap berporos pada Candi Prambanan, kawasan Kaliurang dan Kaliadem yang mencakup atraksi lava tour, dan Ibarbo Park.
Menurut Kus Endarto, kenaikan itu tidak lepas dari promosi langsung atau offline yang Dispar lakukan bersama sejumlah mitra. Salah satu kegiatan yang sempat dilakukan adalah Travel Dialog dan Table Top di Cirebon dan Karawang pada Februari 2025.
Kegiatan itu, katanya sangat menguntungkan, termasuk peserta yang terlibat. Kus sempat menyatakan hampir semua pelaku wisata yang ikut dalam kegiatan itu mendapat kunjungan lima hingga sepuluh kali lipat dari biaya yang mereka keluarkan untuk menginap di lokasi acara.
“Travel Dialog dan Table Top yang sempat kami gelar menjadi salah satu pendorong kenaikan wisatawan. Dua bulan lalu kami gelar juga kegiatan yang sama di Kudus dan Demak,” kata Kus dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan promosi yang mereka lakukan berhasil. Selain itu, ada destinasi yang memang menjadi pilihan utama wisatawan.
“Kalau tata kelola pariwisata, pelaku wisata juga memberikan pelayanan yang baik. Sampai sekarang kami tidak menerima komplain atau keluhan dari wisatawan,” kata Zayid.
Dia menambahkan Desa Wisata masih menjadi alternatif kunjungan, utamanya yang butuh pengalaman baru. Ihwal pengembangan pariwisata Sleman sisi utara, Dispar terus melakukan pendampingan dan perbaikan gardu pandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.