Kulonprogo Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha
Dispertapang Kulonprogo memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 untuk mencegah PMK dan penyakit menular.
Kondisi kambing setelah terkena gigitan anjing liar di Dusun Serut, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Selasa (22/1/2019).-Ist/Polsek Pengasih
Harianjogja.com, KULONPROGO— Kasus serangan hewan liar ke ternak-ternak warga di Kalurahan Donomulyo, Nanggulan, Kulonprogo masih misterius. Meski warga sudah meningkatkan patroli malam di titik-titik tertentu namun hasinya masih nihil.
"Hewan itu belum kami temukan. Jadi ternak warga tidak ada yang jadi korban lagi," ujar Jaga Warga Donomulyo, Ngadiman Kuntet, Jumat (11/7/2025).
Panewu Nanggulan, Haryoto menambahkan, patroli warga yang dilakukan dua malam terakhir juga melibatkan petugas dari Polsek Nanggulan. "Belum ada temuan serangan hewan liar terhadap ternak warga. Jadi belum bisa dipastikan yang menyerang itu hewan apa," ujarnya.
Saat dilakukan patroli, katanya, tidak ada kasus serangan terhadap ternak warga. Haryoto memastikan, kondisi saat ini sudah kondusif dan warga tetap bersiaga.
Peristiwa ini juga sudah menjadi perhatian Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo. Tim sudah disiapkan terjun untuk ikut serta menangani. "Kami sudah mengetahui kasus ini dan masih dicari hewan apa yang menyerang ternak warga," ucap Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbadi.
Menurutnya, serangan ke ternak-ternak warga bukan kejadian baru di Kulonprogo. Pasalnya, pada 2018 silam kasus serupa pernah terjadi seperti ini di Kalurahan Ngestiharjo, Wates. Pelakunya dua anjing liar.
"Kami menduga di Donomulyo juga anjing namun beda dengan 2018 lalu. Kami meminta, warga yang memiliki hewan ternak meningkatkan keamanan kandangnya. Jangan sampai terlalu terbuka kandangnya agar tidak mudah diserang hewan liar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispertapang Kulonprogo memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 untuk mencegah PMK dan penyakit menular.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.