UMY Nonaktifkan Dosen Farmasi Saat Dugaan Pelecehan Diusut
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Kekerasan jalanan. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Seorang warga Dusun Kalakan, Argorejo, Sedayu, Bantul, dilaporkan menjadi korban penganiayaan seusai dilempar batu oleh orang tak dikenal, yang diduga bagian dari rombongan konvoi bermotor.
Kejadian berlangsung, Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Wates KM 12,5, wilayah Kalakan.
Korban diketahui bernama Dias Santoso, 26, buruh harian lepas, mengalami luka robek di bagian dahi akibat lemparan batu yang mengenai kepalanya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Sedayu pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan, peristiwa ini kini sedang dalam penyelidikan dan pelaku masih dalam pencarian petugas.
BACA JUGA: Dua Remaja Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Berhasil Diselamatkan Petugas
“Diduga merupakan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP,” ujar Jeffry.
Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat ia mendengar teriakan dari arah jalan dan memutuskan untuk melihat. Sesampainya di lokasi, korban melihat rombongan sekitar 15 sepeda motor yang melaju beriringan.
Rombongan tersebut mengenakan pakaian serba hitam, sabuk putih, dan terdapat logo bergambar bunga teratai di dada.
“Tiba-tiba, dari salah satu anggota konvoi itu ada yang melempar batu ke arah korban hingga mengenai dahinya. Korban mengalami luka robek sepanjang lima sentimeter dan mengeluarkan darah,” jelas Jeffry.
Korban sempat berusaha mengejar rombongan tersebut bersama saksi, Santosa Tri Wibowo, 34, tapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Korban kemudian memeriksakan luka ke RS Mitra Sehat, Gamping, dan melaporkan kejadian ke pihak berwajib.
Polisi kini tengah menyelidiki identitas para pelaku dan kelompok konvoi yang terlibat dalam insiden tersebut. “Kami masih menelusuri asal dan identitas rombongan tersebut, serta motif dari aksi pelemparan batu yang melukai warga,” kata Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.
Menkop Ferry Juliantoro merespons isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp1,8 triliun dalam rapat bersama Komisi VI DPR.