IPAL SPPG Tegalurung Temanggung Tak Cukup, Kapasitas Diminta Ditambah
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Ilustrasi satai klathak./Instagram @sateklathakpakpong3
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul akan menggelar Festival Kuliner Mataram pada 26 dan 27 Juli 2025 sebagai upaya mendukung pelestarian kuliner tradisional daerah tersebut.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gelar Festival Kuliner Mataram 2024 untuk Kenalkan Keindahan Pantai di Pesisir Barat
"Festival kuliner itu merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung pelestarian kuliner tradisional, sekaligus memperkuat sektor pariwisata lokal berbasis budaya dan ekonomi kreatif," kata Kepala Dispar Bantul Saryadi di Bantul, Selasa (22/7/2025).
Festival Kuliner Mataram 2025 yang digelar di kawasan Pantai Baru, Srandakan selama dua hari itu akan menghadirkan 50 tenant kuliner pilihan, terdiri dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), komunitas lokal, hingga pegiat kuliner tradisional.
Setidaknya ada 72 jenis makanan dan 16 jenis minuman khas Bantul yang akan ditampilkan dalam festival kuliner tersebut diantaranya Satai Klathak, Mie Lethek, Gudeg Manggar, Ingkung-wader Adrem, Geplak Jawa-Bantul, aneka Jenang, Peyek, tiwul, sagon, ampo, karangan, kipo, roti kembang waru, klepon, putu, onde-onde, pecel, semar mendem, soto.
Kemudian untuk minuman tradisional diantaranya Wedang Uwuh, Jamu Tradisional, minuman herbal, minuman rempah, legen, es gosrok, es tape, es kuwud, dan berbagai makanan minuman lainnya yang mulai langka ditemui di pasaran.
"Festival ini juga menjadi panggung ekspresi budaya, dengan berbagai pentas seni tradisional, pertunjukan musik, dan 'live cooking' dari UMKM lokal yang menampilkan teknik pengolahan masakan tradisi secara langsung kepada publik," katanya.
Pihaknya berharap, Festival Kuliner Mataram tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi bagi kuliner khas Bantul, tetapi juga menjadi sarana pelestarian kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, kembali bangga terhadap makanan khas daerahnya," katanya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, festival kuliner ini turut didukung Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dana Keistimewaan, serta melibatkan partisipasi aktif dari berbagai komunitas kreatif dan warga setempat.
"Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara inklusif, memberdayakan UMKM kuliner, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah pesisir selatan Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.