8 Kapanewon di Kulonprogo Dilanda Kekeringan, 423 Tangki Air Didistribusikan
Kekeringan Kulonprogo meluas ke 8 kapanewon. Sebanyak 423 tangki air bersih disalurkan ke 138 titik untuk 7.394 jiwa.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Koperasi desa merah putih (KDMP) di Kabupaten Kulonprogo sampai sekarang belum ada yang beroperasi meskipun sudah dilaunching presiden, Senin (21/7/2025) lalu. Alasannya pengoperasian tersebut baru akan dilakukan setelah launching lagi di tingkat kabupaten oleh Pemkab Kulonprogo pada Rabu (23/7/2025).
Baru setelahnya efektif beroperasi melakukan kegiatan usaha yang sesuai lokalitas kalurahannya masing-masing. Adapun jumlah KDMP di Kulonprogo mencapai 88 sesuai jumlah kalurahan yang ada. Pengawas Koperasi Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop) Kulonprogo, Nurhadi Rahmanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya masih ada satu launching lagi baru setelah itu akan efektif beroperasi.
"Karena secara simbolis SK Kumham diserahkan ke pengurus koperasi besok, Rabu [23/7/2025] saat dilaunching oleh pemkab," ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Sementara itu, dari sejumlah lurah yang dikonfirmasi Harianjogja.com pun menyatakan demikian. Sekarang KDMP baru terbentuk dan baru akan beroperasi setelah dilaunching oleh Pemkab Kulonprogo.
Selain itu, sejumlah lurah yang dikonfirmasi juga mengungkapkan, belum ada pemberian penyertaan modal ataupun dana talangan dari dana kalurahan yang diberikan untuk KDMP. Bahkan dana desa pun belum ada yang dikucurkan kepada KDMP.
"Dana kalurahan baru ke luar untuk sebatas pendukung makan dan minum rapat selama proses pembentukan KDMP. Kurang lebih itu memakan dana sekitar Rp500 ribu," ucap Lurah Banyuroto, Sudalja.
Dia menilai, belum adanya suntikan modal dari kalurahan untuk KDMP karena masih nunggu launching dan masih menunggu regulasi yang jelas. Sementara ini belum bisa mengekspektasikan untuk peminjaman modal melalui Bank Himbara.
Hal senada disampaikan Lurah Banaran, Haryanta. Menurutnya juklak dan juknis KDMP belum jelas. Namun, sudah melakukan komitmen kesanggupan advokasi pendampingan. "Termasuk dana juga nanti terkait KDMP. Terkait Himbara juga belum jelas," ucapnya.
Kegiatan KDMP Banaran sudah diproyeksikan bergerak dalam pengelolaan limbah usaha perikanan. Nantinya limbah tersebut diperuntukan sebagai pupuk cair.
Kepala DisperinkopUKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menuturkan, kegiatan usaha KDMP akan dimulai sesuai kemampuan masing-masing. Tentunya dengan perhitungan usaha yang dijalankan pasti dan aman. "Harus terukur secara kemampuan modal dan prospek pasar. Seperti misalnya terkait pangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Kulonprogo meluas ke 8 kapanewon. Sebanyak 423 tangki air bersih disalurkan ke 138 titik untuk 7.394 jiwa.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.