Disdik Sleman Dukung Wacana Siswa Tinggal Kelas, Ini Pertimbangannya
Disdik Sleman menilai wacana tinggal kelas perlu mengacu pada standar kompetensi, tanggung jawab, karakter, dan kehadiran siswa.
Suasana Terminal Jombor pada Rabu (27/12/2023) yang dipadati penumpang./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 150 sekolah telah meminta bantuan uji kendaraan bermotor di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman hingga akhir semester I 2025. Kendaraan bus ini harus diuji kelaikannya sebelum digunakan untuk outting class.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana, mengatakan satu sekolah bisa memintakan uji untuk lebih dari satu kendaraan bus. Dengan demikian total ada 397 bus yang diperiksa UPTD.
Menurut dia, pengujian kendaraan ini akan meningkatkan keselamatan penumpang. Bus yang berada dalam kondisi baik atau laik jalan kecil kemungkinan menjadi sebab kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
BACA JUGA: LPSK: Banyak Korban Pidana Kekerasan Seksual Sulit Mengakses Restitusi
Selain pengujian kendaraan, Dishub juga mengupayakan pencegahan laka lantas dari sisi lain. Dishub menyediakan dan mendistribusikan traffic cone untuk sekolah-sekolah di berada di sekitar jalan kabupaten. Awal Juli 2025, ada 140 buah traffic cone yang telah dibagikan ke 70 sekolah di Kabupaten Sleman.
“Kami ada juga kegiatan sosialisasi keselamatan lalu lintas yang menyasar sekolah-sekolah di Sleman,” kata Arip dihubungi, Kamis (24/7/2025).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Sleman, Arifin Widiarto, menambahkan Sleman semakin gencar melakukan sosialisasi edukasi ihwal pentingnya melakukan uji kendaraan sejak kecelakaan bus wisata yang melibatkan SMK Yapemda 1 Sleman di sekitar PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
“Dulu kemudian muncul Instruksi Bupati. Itu sebagai antisipasi. Jadi kewenangan outting class kan di Dinas Pendidikan [Disdik]. Disdik memberi tembusan ke Dishub untuk istilahnya edukasi uji kendaraan berkala,” kata Arifin.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 25 Juli 2025: Kulonprogo dan Sleman Hujan Ringan
Adapun total uji kendaraan kir berkala selama semester I 2025 di UPTD ada 9.911 unit. Mayoritas merupakan kendaraan angkut seperti truk box dan pickup. Pendaftaran uji kendaraan dilakuka secara online lewat sikresno.slemankab.go.id.
Pemohon tinggal datang sesuai tanggal dan waktu yang dimohonkan. Selama pengujian, ada juga kendaraan yang tidak lolos uji dengan kendala seperti rem, lampu, dan speedo meter mati. Faktor lain ada dari sisi kelengkapan dan kebenaran dokumen kendaraan.
“Kalau tidak lolos, kami akan beri kesempatan uji ulang. Kami beri selama 14 hari. Kalau belum lolos juga kami tambah 14 hari kedua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menilai wacana tinggal kelas perlu mengacu pada standar kompetensi, tanggung jawab, karakter, dan kehadiran siswa.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 17 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 17 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.