Kisah Sagon Gulung Makmur Sanden Bantul Bangkit Setelah Sempat Berhenti
Sagon Gulung Makmur di Bantul kembali berproduksi setelah sempat berhenti. Usaha keluarga sejak 1991 ini kini menghasilkan 250 biji per hari.
Lokasi gelaran Festival Layang-Layang atau Jogja International Kite Festival di Pantai Parangkusumo menyisakan sampah yang membludak hingga delapan ton selama dua hari. Harian JOgja-Kiki Luqman.
Harianjogja.com, BANTUL—Gelaran Festival Layang-Layang Jogja International Kite Festival 2025 (JIKF) di Pantai Parangkusumo, Bantul pada 26-27 Juli 2025 menyisakan sampah hingga delapan ton selama dua hari pelaksanaan. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan volume sampah pada libur akhir pekan biasa.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Pantai Parangtritis, Suranto, menjelaskan lonjakan pengunjung yang datang ke kawasan Parangkusumo selama acara berlangsung berimbas pada timbunan sampah sebanyak 4 ton dalam satu hari.
Sebagian besar sampah berasal dari wisatawan, terutama anak-anak yang datang bersama keluarga untuk menyaksikan layang-layang menghiasi langit Parangkusumo.
BACA JUGA: Leptospirosis di Bantul Capai 179 Kasus, Warga Diminta Waspada
"Pada libur akhir seperti biasanya dalam satu hari di Pantai Parangkusumo kita membersihkan sekitar 400 kilogram sampah namun saat festival layang-layang kemarin dalam satu hari 4.000 kilogram atau empat ton sampah," ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Sebagian besar merupakan sampah bekas makanan dan minuman. Pasalnya selama event berlangsung banyak pedagang dari luar yang ikut mengais rezeki dengan berjualan makanan dan minuman di sekitar Pantai Parangkusumo.
Guna mengatasi penumpukan sampah yang menembus empat ton per hari, pihaknya menurunkan 21 petugas kebersihan pantai. Selain itu, pemilik warung di sekitar lokasi juga ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih.
"Ya kami dibantu oleh warga dan pemilik warung makan di kawasan Pantai sehingga meringankan beban kerja kita," katanya.
BACA JUGA: Idem ke Cak Imin, Bahlil Sebut Golkar Akan Kaji Pilkada Lewat DPRD
Suranto menambahkan, kondisi Pantai Parangkusumo kini sudah kembali bersih. Sejak pagi hari, para petugas terus menyisir area pantai untuk memastikan tidak ada sampah yang tersisa meski sempat terhambat hujan.
"Sekarang kondisi pantai sudah bersih meski tadi pagi ada kendala membersihkan sampah akibat sempat turun hujan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sagon Gulung Makmur di Bantul kembali berproduksi setelah sempat berhenti. Usaha keluarga sejak 1991 ini kini menghasilkan 250 biji per hari.
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Kemendikdasmen memindahkan seluruh peserta TKA SMA di Kalimantan Tengah ke jadwal susulan akibat karhutla. Penyesuaian di Kalsel dilakukan parsial.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Polisi menangkap suami siri dalam kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak asal Bogor di Madiun. Penyidik masih mendalami motif dan mencari jasad korban.
BPS mencatat harga beras medium dan premium naik 0,16% pada pekan keempat Oktober 2026. Harga premium nasional melampaui HET semua zona.