Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Guru - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua guru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani dikabarkan mengundurkan diri. Dua posisi guru yang kosong ini pun akhirnya mendapat pengganti.
Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, mengatakan dua guru yang mengundurkan diri tersebut adalah guru mata pelajaran sejarah dan agama Katolik. Pengunduran diri ini dilatarbelakangi oleh kesehatan dan faktor lain.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat MA 20 Sleman Masih Kekurangan Guru
“Guru sejarah kami punya sakit dan sedang menjalani treatment. Beliau juga terlambat unggah berkas untuk melengkapi persyaratan sebagai guru PPPK di Kementerian Sosial,” kata Reti dihubungi, Senin (11/8/2025).
Sedangkan, guru agama Katolik telah mengajar secara penuh atau full time di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Depok, sehingga mengundurkan diri.
Reti menambahkan sudah ada dua guru pengganti untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, ada tambahan lagi dua guru baru, sehingga total ada empat guru baru di SR MA 20. Dua tambahan guru lain mengampu mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia.
Dengan begitu, total guru di SR MA 20 ada 20 orang. Mereka mengampu 75 siswa-siswi dengan tiga rombongan belajar (rombel). Saat ini, para siswa masih mengikuti pembelajaran berbasis Kurikulum Persiapan.
Kurikulum Persiapan akan membawa para siswa mengenali literasi dan numerasi, kecerdasar artifisial, hingga pembentukan karakter dari sisi agama dan norma sosial kemasyarakatan. Paling tidak Oktober 2025, mereka baru akan masuk ke Kurikulum Merdeka.
Disinggung mengenai siswa-siswi yang mengundurkan diri, Reti mengaku tidak ada. Kabar yang sempat beredar mengenai anak yang mengundurkan diri tidak benar lantaran anak-anak ini belum resmi menjadi murid SR MA 20. Mereka tidak melanjutkan proses pendaftaran dengan alasan bermacam-macam.
Fasilitas untuk siswa-siswi di SR MA 20 tergolong lengkap. Tinggal di asrama, kamar tidur siswa dan siswi dibedakan, lantai satu ntuk laki-laki da lantau dua untuk perempuan. Satu kamar bisa berisi dua hingga tiga orang. Ada lemari, meja belajar, kamar mandi dalam dan pendingin ruangan. Mereka juga dapat fasilitas olahraga, seperti voli, ping-pong, dan lainnya.
Kepala BBPPKS Yogyakarta, Eva Rahmi Kasim, SR MA 20 dibangun dengan prinsip inklusivitas. Penyandang disabilitas tidak perlu khawatir bersekolah di SR MA 20 karena fasilitas penunjang sudah ada, seperti ramp disabilitas.
“Salah satu materi pembelajaran di sekolah rakyat kan pengembangan karakter. Presiden melihat kemiskinan itu tidak bisa hilang begitu saja dengan bantuan sosial. Perlu diputus rantai kemiskinan lewat pola pikir dan kepribadian tahan banting - tidak mudah minta bantuan, disiplin, dan punya integritas serta moral tinggi,” kata Eva ketika diwawancara sebulan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan Indonesia di perempat final Taipei Open 2026.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.