DKPP Bantul Imbau Besek dan Daun Pisang untuk Daging Kurban
DKPP Bantul imbau panitia kurban Iduladha 2026 gunakan wadah ramah lingkungan. Simak aturan pembungkus daging, pengelolaan limbah, dan pengawasan kesehatan.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul berencana mengalokasikan hampir Rp60 miliar dari APBD 2026 untuk jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).
Anggaran besar ini disiapkan untuk pembayaran premi Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar warga kurang mampu tetap mendapat perlindungan kesehatan.
Tingginya capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bantul, yang kini telah mencapai 98,2 persen, membuat kebutuhan dana terus meningkat.
Pemerintah daerah harus menyediakan anggaran besar agar jaminan kesehatan tersebut berjalan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widyantara, menyampaikan, anggaran untuk pembayaran premi PBI APBD ini cukup besar karena UHC kita sekarang sudah 98,2 persen.
"Jadi, ini juga menyerap anggaran cukup besar untuk jamkesda yang digunakan untuk pembayaran premi PBI APBD,” katanya, Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Muhammad Salah Raih PFA Player
Meski begitu, Agus mengaku tidak hafal jumlah pasti warga Bumi Projotamansari yang ditanggung oleh APBD. Ia hanya menegaskan bahwa pembiayaan jaminan kesehatan tidak hanya bersumber dari daerah.
“Karena UHC yang 98 persen itu nanti ada dari PBI APBN, PBI APBD, kalau jumlah yang dibiayai daerah saya lupa, tetapi untuk mencukupi cakupan kesehatan semesta 98 persen. Namun, harapannya bisa lebih banyak lagi dari 98 persen itu,” jelasnya.
Anggaran besar yang dibutuhkan untuk Jamkesda ini menjadi salah satu prioritas pembahasan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2026. Namun, Agus enggan menyebutkan secara rinci berapa alokasi yang sedang digodok bersama DPRD Bantul.
Selain untuk program Jamkesda, dana kesehatan juga diperlukan bagi layanan lain di tingkat fasilitas kesehatan.
Agus mencontohkan Puskesmas yang membutuhkan anggaran operasional sekaligus sistem kapitasi dalam program JKN, di mana pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah peserta terdaftar.
“Maka, untuk 2026 anggaran kita besar itu karena sekarang untuk APBD kita gabungan. Ada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Panembahan Senopati, Rumah Sakit Saras Adyatma, dan Puskesmas. Jadi memang dialokasikan dana besar, karena anggarannya ada sendiri,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKPP Bantul imbau panitia kurban Iduladha 2026 gunakan wadah ramah lingkungan. Simak aturan pembungkus daging, pengelolaan limbah, dan pengawasan kesehatan.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kapanewon Godean mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.