Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul berencana mengalokasikan hampir Rp60 miliar dari APBD 2026 untuk jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).
Anggaran besar ini disiapkan untuk pembayaran premi Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar warga kurang mampu tetap mendapat perlindungan kesehatan.
Tingginya capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bantul, yang kini telah mencapai 98,2 persen, membuat kebutuhan dana terus meningkat.
Pemerintah daerah harus menyediakan anggaran besar agar jaminan kesehatan tersebut berjalan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widyantara, menyampaikan, anggaran untuk pembayaran premi PBI APBD ini cukup besar karena UHC kita sekarang sudah 98,2 persen.
"Jadi, ini juga menyerap anggaran cukup besar untuk jamkesda yang digunakan untuk pembayaran premi PBI APBD,” katanya, Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Muhammad Salah Raih PFA Player
Meski begitu, Agus mengaku tidak hafal jumlah pasti warga Bumi Projotamansari yang ditanggung oleh APBD. Ia hanya menegaskan bahwa pembiayaan jaminan kesehatan tidak hanya bersumber dari daerah.
“Karena UHC yang 98 persen itu nanti ada dari PBI APBN, PBI APBD, kalau jumlah yang dibiayai daerah saya lupa, tetapi untuk mencukupi cakupan kesehatan semesta 98 persen. Namun, harapannya bisa lebih banyak lagi dari 98 persen itu,” jelasnya.
Anggaran besar yang dibutuhkan untuk Jamkesda ini menjadi salah satu prioritas pembahasan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2026. Namun, Agus enggan menyebutkan secara rinci berapa alokasi yang sedang digodok bersama DPRD Bantul.
Selain untuk program Jamkesda, dana kesehatan juga diperlukan bagi layanan lain di tingkat fasilitas kesehatan.
Agus mencontohkan Puskesmas yang membutuhkan anggaran operasional sekaligus sistem kapitasi dalam program JKN, di mana pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah peserta terdaftar.
“Maka, untuk 2026 anggaran kita besar itu karena sekarang untuk APBD kita gabungan. Ada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Panembahan Senopati, Rumah Sakit Saras Adyatma, dan Puskesmas. Jadi memang dialokasikan dana besar, karena anggarannya ada sendiri,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.