Pendapatan Kulonprogo Menyusut, DPRD Dorong Potensi YIA Digenjot
Pendapatan Kulonprogo diproyeksikan turun Rp97,25 miliar. DPRD mendorong Pemkab mengoptimalkan potensi YIA dan kawasan industri.
Kontingen atlet Kulonprogo dilepas oleh Bupati di Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (30/8/2025) untuk bertanding dalam ajang Porda DIY 2025 yang diselenggarakan di Gunungkidul dari 9 September hingga 18 September 2025/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kulonprogo menargetkan ada penambahan medali yang diraih di Porda DIY 2025 ini.
Meskipun dengan dana yang mini tetapi tetap bertekad untuk tidak berada di posisi juru kunci seperti edisi sebelumnya. Persiapan sudah dilakukan sejak 2024 sehingga optimis dapat meningkatkan prestasi lebih baik tidak terpuruk terus-menerus.
BACA JUGA: ASN di Kulonprogo Diminta Tak Pakai Pakaian Seragam, Ini Alasannya
Ketua KONI Kulonprogo, Kusdira mengatakan targetnya memang ada kenaikan perolehan medali di Porda DIY 2025 ini dibanding edisi sebelumnya. Menurutnya pada Porda DIY edisi sebelumnya kontingen Kulonprogo mendapat perolehan medali sebanyak 31 emas.
"Minimal naik lah 10 medali emas mudah-mudahan naik jadi 41 emas," ungkapnya, Minggu (31/8/2025).
Diakuinya pada Porda DIY 2022 silam Kulonprogo berada di posisi juru kunci tertinggal dari Sleman, Bantul, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Selain memiliki target menaikan perolehan emas, KONI Kulonprogo juga menargetkan di Porda DIY 2025 ini peringkatnya bisa lebih baik. Tidak lagi juru kunci di posisi kelima minimal jadi peringkat keempat.
"Edisi sebelumnya terbawah peringkat kelima. Peringkat harus naik minimal keempat meskipun saingannya sangat berat dengan tuan rumah, Gunungkidul," imbuhnya.
Diketahui memang Porda DIY 2025 yang digelar mulai 9 September sampai 18 September 2025 ini diselenggarakan di Gunungkidul sebagai tuan rumahnya. Kusdira sangat optimis seluruh atlet dapat berjuang dengan maksimal sehingga dapat mencapai target yang ditentukan.
Menurutnya, sejumlah cabang olahraga (Cabor) dapat diandalkan untuk menjadi pendulang emas bagi Kulonprogo.
"Lumbung emas Kulonprogo diperkirakan yang pertama dari Cabor anggar, kedua kempo, ketiga dayung, keempat panahan dan lima tarung derajat," ungkapnya.
Kusdira menegaskan tetap diperjuangkan prestasi meningkat meskipun dananya paling rendah dibanding kontingen daerah lainnya.
Untuk Porda DIY 2025 ini untuk KONI Kulonprogo memiliki anggaran Rp2,5 miliar. Di Porda DIY 2025 ini Kulonprogo mengirim 521 atlet untuk bertanding. "Terdiri dari 308 atlet putra dan 213 atlet putri yang akan bertanding di 36 cabor," jelasnya.
Kontingen Kulonprogo untuk Porda DIY 2025 ini sudah dilepas oleh Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan di Taman Budaya Kulonprogo pada Sabtu (30/8/2025) lalu. Menurutnya, dengan semangat kemerdekaan sangat meyakini atlet Kulonprogo dapat memberikan prestasi terbaik di Porda DIY 2025 ini. Dia mengingatkan kemenangan sejati bukan hanya soal medali saja.
"Melainkan juga dedikasi, motivasi, kejujuran, kerendahan hati serta perjuangan sepenuh hati," ucapnya. Agung pun menekankan dapat meningkatkan prestasi tahun ini dibanding edisi sebelumnya. Jangan sampai terlalu nyaman berada di posisi kelima terus-menerus.
"Tahun ini mari buktikan dapat melompat lebih tinggi insha Allah tahun 2027 nanti anggaran ditingkatkan," ujarnya.
Tahun 2027 menjadi edisi selanjutnya Porda DIY yang rencananya Kulonprogo sebagai tuan rumah. Agung berharap agar seluruh atlet diberikan kesehatan, kekuatan dan semangat pantang menyerah agar dapay mengharumkan Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan Kulonprogo diproyeksikan turun Rp97,25 miliar. DPRD mendorong Pemkab mengoptimalkan potensi YIA dan kawasan industri.
Tiga gunung api, yakni Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru, erupsi pada Senin 7 September 2026 berdasarkan data Badan Geologi PVMBG.
BNPB menyiapkan OMC untuk mendatangkan hujan dan meluruhkan abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu masyarakat serta penerbangan.
Akses Tol Jogja-Solo di sekitar Pasar Kalasan akan dilengkapi dua U-turn. Dishub DIY menegaskan fasilitas itu bukan bundaran.
Presiden Prabowo memimpin ratas membahas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, gempa NTT, dan karhutla pada Senin (7/9/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 108 penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali dan sekitar 13.000 penumpang.