League Cup Batasi 3 Pemain Asing, Ini Kata Pelatih PSIM Jogja
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Komisi B DPRD DIY saat meninjau Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sleman, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, menyoroti peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digulirkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan, DIY tercatat memiliki sekitar 380 titik dapur MBG dengan potensi anggaran mencapai Rp2,5 triliun per tahun. Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
“Dapur-dapur itu butuh pasokan pangan. Ini kesempatan luar biasa bagi kelompok tani untuk ikut berperan. Jangan sampai peluang ini dikuasai pihak luar, sementara petani lokal hanya jadi penonton,” ujar Budi, Minggu (14/9/2025).
Ia menambahkan, kelompok-kelompok tani di DIY memiliki kapasitas besar untuk menjadi penyokong program tersebut. Namun, dibutuhkan konsistensi dan inovasi dalam menjaga produktivitas.
Orientasi pembangunan pertanian, kata Budi, seharusnya tidak berhenti pada pencapaian prestasi lomba atau penghargaan, melainkan menghasilkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Banyak program sering terjebak mengejar prestasi, padahal yang penting adalah hasil nyata. KWT dan kelompok tani lain harus terus berkembang ke depan, meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar,” tandasnya.
BACA JUGA: Hasil Burnley vs Liverpool, Skor 0-1, The Reds Menang Berkat Penalti Salah
Budi juga mendorong pelaku pertanian memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas jaringan pemasaran. Dengan cara itu, hasil pertanian lokal tidak hanya bisa menjangkau pasar daerah, tetapi juga membuka peluang ke pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, pangan bukan sekadar soal ketersediaan bahan pokok, melainkan menyangkut kedaulatan bangsa.
“Jika pangan sudah berdaulat, kita tidak akan bergantung pada pihak mana pun. Indonesia punya lahan luas, tinggal bagaimana pengelolaannya dimaksimalkan. Saat ini kita bahkan sudah mampu surplus tanpa impor,” imbuhnya.
Budi menekankan bahwa kemandirian pangan menjadi dasar bagi kekuatan negara. Tanpa pengelolaan yang baik, potensi sumber daya pertanian bisa terbuang sia-sia, padahal sektor ini menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.