PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Komisi B DPRD DIY saat meninjau Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sleman, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, menyoroti peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digulirkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan, DIY tercatat memiliki sekitar 380 titik dapur MBG dengan potensi anggaran mencapai Rp2,5 triliun per tahun. Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
“Dapur-dapur itu butuh pasokan pangan. Ini kesempatan luar biasa bagi kelompok tani untuk ikut berperan. Jangan sampai peluang ini dikuasai pihak luar, sementara petani lokal hanya jadi penonton,” ujar Budi, Minggu (14/9/2025).
Ia menambahkan, kelompok-kelompok tani di DIY memiliki kapasitas besar untuk menjadi penyokong program tersebut. Namun, dibutuhkan konsistensi dan inovasi dalam menjaga produktivitas.
Orientasi pembangunan pertanian, kata Budi, seharusnya tidak berhenti pada pencapaian prestasi lomba atau penghargaan, melainkan menghasilkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Banyak program sering terjebak mengejar prestasi, padahal yang penting adalah hasil nyata. KWT dan kelompok tani lain harus terus berkembang ke depan, meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar,” tandasnya.
BACA JUGA: Hasil Burnley vs Liverpool, Skor 0-1, The Reds Menang Berkat Penalti Salah
Budi juga mendorong pelaku pertanian memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas jaringan pemasaran. Dengan cara itu, hasil pertanian lokal tidak hanya bisa menjangkau pasar daerah, tetapi juga membuka peluang ke pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, pangan bukan sekadar soal ketersediaan bahan pokok, melainkan menyangkut kedaulatan bangsa.
“Jika pangan sudah berdaulat, kita tidak akan bergantung pada pihak mana pun. Indonesia punya lahan luas, tinggal bagaimana pengelolaannya dimaksimalkan. Saat ini kita bahkan sudah mampu surplus tanpa impor,” imbuhnya.
Budi menekankan bahwa kemandirian pangan menjadi dasar bagi kekuatan negara. Tanpa pengelolaan yang baik, potensi sumber daya pertanian bisa terbuang sia-sia, padahal sektor ini menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Timnas Indonesia U15 masuk Grup G Piala Dunia dan Festival U15 FIFA 2026 di Azerbaijan pada 22–30 Oktober bersama lima negara lainnya.
Polisi mendalami peran delapan orang usai penggerebekan MP Club Pekanbaru. Sebanyak 63 dari 68 orang yang diamankan positif narkotika.
Bedah buku Pilar-Pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa di Potorono, Bantul, membahas optimalisasi potensi kalurahan melalui BUMKal, tanah kas desa, pertanian, dan
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 13 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi MPP, SIMENOR, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Gunungkidul Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIMMADE, SIMPITU, SIM Keliling, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan.