Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Nelayan sedang bekerja sama mendorong kapal ke pantai, di Pantai Bugel, Panjatan, Kulonprogo. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO-Angin kencang dan ombak yang tinggi bikin nelayan Pantai Congot, Kulonprogo jarang melaut. Lantaran khawatir membahayakan keselamatan nelayan jika memaksakan melaut. Dari Agustus sampai hari ini rutinitas melaut nelayan di bawah rata-rata normalnya.
Nelayan Pantai Congot, Nur Ahmad mengatakan, hujan angin yang sering terjadi membuatnya enggan melaut. Ditambah ombaknya tinggi sehingga pekan lalu hanya melaut dua kali saja.
"Sedangkan di pekan ini baru sehari saja melaut menurut prediksi besok ombak gede lagi dua sampai tiga hari," katanya, Rabu (17/9/2025).
BACA JUGA: Perahu Nelayan di Kulonprogo Terbalik
Nelayan yang beralamat di Jangkaran itu menuturkan, dari Agustus memang curah hujan tinggi dan adanya musim angin timur. Menurutnya, sampai hari ini cuaca yang sulit diprediksi menjadi hambatan nelayan Pantai Congot untuk melaut mencari ikan. Nur Ahmad menyampaikan, kondisi ini tidak hanya dialaminya saja melainkan mayoritas nelayan di Pantai Congot juga jarang melaut.
"Normalnya sebulan rata-rata bisa 12 hari melaut. Tetapi Agustus lalu hanya tujuh hari melaut," ungkapnya. Sedangkan di sepanjang September ini baru lima kali melaut saja. Dia beranggapan di September ini bakalannya rata-rata melautnya akan di bawah 12 hari karena cuaca yang masih sulit diprediksi.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko menambahkan memang dalam beberapa hari terakhir pesisir selatan bumi Binangun gelombangnya besar ditambah anginnya kencang. Apalagi terkadang langit mendung seperti akan hujan. Kondisi tersebut mengakibatkan kegiatan nelayan yang biasa melaut tetapi gagal sehingga tidak bisa mencari ikan.
Dia mencontohkan, seperti Rabu (17/9/2025) pagi tadi banyak nelayan di Kulonprogi gagal melaut. "Gagal melaut maksudnya sudah persiapan hendak berangkat tetapi gelombangnya cukup tinggi jadi mengurungkan niat untuk melaut," ungkapnya. Aris mengungkapkan, pesisir selatan Kulonprogo dampaknya sangat terasa bagi banyak nelayan.
Menurutnya ketika mendung akan ada angin kencang sehingga nelayan berpikir dua kali untuk melaut. Nelayan berpatokan terhadap prakiraan cuaca. "Nelayan kalau cuaca tidak mendukung memilih tidak melaut," jelasnya.
Aris berujar kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada nelayan Pantai Congot saja. Melainkan dialami seluruh nelayan di pesisir pantai selatan Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Waspada! McAfee mengungkap 15 aplikasi Android berbahaya yang diduga dapat mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna. Cek daftarnya di sini.
Presiden Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus baru Kejaksaan Agung. Berikut profil, rekam jejak, dan perjalanan karier jaksa senior yang pernah menangani
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Kalurahan Pendowoharjo mengajukan usulan pemecatan Dukuh Banyon kepada Bupati Bantul terkait dugaan penggelapan sertifikat tanah warga dan pungli program PTSL.