Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Peristiwa kebakaran di Kota Jogja mencapai puluhan kasus pada Januari-September 2025 yang sebagian besar kebakaran disebabkan korsleting listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja, Taokhid menuturkan kebakaran rumah tangga masih mendominasi.
“Tahun ini sampai dengan Agustus ada 40 kejadian kebakaran di dalam kota. Dugaan penyebab paling tinggi korsleting, sekitar 70 persen,” katanya, Minggu (21/9/2025).
BACA JUGA: Daftar Harga Pangan Terbaru, Beras dan Bawang Merah Turun
Selain korsleting, faktor kelalaian masyarakat juga turut menyumbang angka kebakaran. Beberapa penyebab kabakaran antara lain lupa mematikan kompor, meninggalkan pembakaran sampah, hingga puntung rokok atau lilin yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Taokhid mendorong agar warga lebih peduli terhadap kondisi instalasi listrik rumah untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Kesadaran masyarakat harus terus didorong. Mulai dari memperhatikan kondisi kabel, mengganti jaringan listrik yang sudah tua, hingga memastikan kualitas instalasi sesuai standar,” katanya.
Dia menekankan pentingnya kewaspadaan kecil yang bisa berdampak besar. “Pemilihan kabel listrik harus disesuaikan dengan kebutuhan beban. Jangan sampai ceroboh, karena dampaknya bisa fatal,” katanya.
BACA JUGA: Pria Ditemukan Meninggal Duduk di Kursi di Perumahan Sewon
Damkarmat gencar melakukan penyuluhan antisipasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, komunitas, hingga sekolah untuk menekan jumlah kasus kebakaran di tahun ini. Melalui edukasi berkelanjutan dan kesadaran masyarakat, Pemkot Jogja berharap angka kebakaran akibat korsleting maupun kelalaian dapat ditekan secara signifikan.
“Program edukasi sudah berjalan lebih dari 30 kegiatan, ditambah kegiatan mandiri di tingkat kampung maupun RW yang digelar seminggu sekali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.