Kapanewon Cangkringan Hadapi Kekeringan dan Kebakaran selama Musim Kemarau
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Penghageng II Kawedanan Panitikismo, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Suryo Satriyanto.ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Kraton Jogja mengakui ada keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang memberi surat kekancingan palsu kepada 50 warga di Kabupaten Gunungkidul dan seorang warga Sleman.
Penghageng II Kawedanan Panitikismo, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Suryo Satriyanto, mengatakan bahwa ada seseorang yang mengaku keturunan Sri Sultan HB VII yang memberi surat kekancingan untuk pengelolaan tanah kasultanan di Kalurahan Condongcatur.
BACA JUGA: Hamong Nagari Exhibition Traces the Bureaucratic History of Kraton Jogja
Belakangan, orang tersebut diketahui memang keturunan Sri Sultan HB VII. Orang itu jugalah yang memberi surat kekancingan penggunaan tanah kasultanan oleh 50 warga di Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari.
“Secara keseluruhan kasus penggunaan tanah kasultanan tanpa surat kekancingan itu banyak. Di Gunungkidul, Pantai Drini, ada sekitar 50 warga yang dapat kekancingan dari keturunan Sri Sultan HB VII,” kata KRT Suryo ditemui di Rumah Makan Sajian Kembang Turi, Donokerto, Kamis (25/9/2025).
Khusus di Kalurahan Condongcatur, ada satu warga setempat dapat surat kekancingan dari orang tersebut dengan membayar Rp45 juta. Tindakan yang dilakukan orang berinisial T ini sudah berjalan sejak lama, termasuk di Pantai Drini.
Korban T cukup banyak. Atas hal ini, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, pun kemudian melaporkannya ke Kapolda DIY. “Banyak yang masih abai terkait aturan penggunaan tanah kasultanan. Kami bersama dinas juga selalu memberi sosialisasi dengan harapan mereka segera memproses izin,” katanya.
Masyarakat diminta berhati-hati dan yang merasa menjadi korban atau tindakan ilegal pemanfaatan tanah kasultanan bisa melapor ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten/ Kota atau Polda DIY.
“Surat kekancingan yang berhak dan bisa mengeluarkan itu dari Kawedanan Hageng Punakawan Datu Dana Suyasa. Penghageng-nya Gusti Mangkubumi,” ucapnya.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan sumber awal informasi yang dia dapat ihwal pemanfaatan tanah kasultanan di wilayahnya berasal dari warga sekitar. Mengetahui hal ini, dia langsung meminta bantuan Kraton Yogyakarta.
Menurut Reno ada tiga bidang TKD yang digunakan dengan luas masing-masing sekitar 500 meter persegi. Tanah itu juga telah dipatok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.