Kerugian Kebakaran Gudang Pabrik Bambu di Pleret Rp1 Miliar Lebih
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Spanduk warga Padukuhan Sawit dan Jaranan terkait perluasan ITF Niten, beberapa waktu lalu/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL— Pembangunan hanggar baru di fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten, Kalurahan Panggungharjo, telah rampung seratus persen.
Namun, warga Padukuhan Sawit dan Jaranan menegaskan agar penggunaannya tetap mengacu pada kesepakatan bersama yang pernah dibuat.
Meski pembangunan fisik sudah selesai, hingga kini warga mengaku belum pernah diajak berbicara lagi terkait pemanfaatan hanggar tersebut.
BACA JUGA: Perluasan ITF Niten Ditolak, Bupati Perintahkan Ini
“Belum ada pembicaraan dari Pemda. Warga baru mau membicarakan terkait hal itu, dan mengambil langkah-langkah yang baik berikutnya,” ujar perwakilan warga Sawit dan Jaranan, Raden Sumiharto saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, komitmen warga tetap sama sejak awal, menolak jika hanggar dipakai untuk pengolahan sampah.
“Kami jelas menolak. Sudah ada komitmen dari bupati tentang hanggar. Tidak untuk yang berkaitan dengan sampah,” tegasnya.
Diketahui, penambahan hanggar tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dari semula hanya 5 ton per hari menjadi 20 ton. Meski begitu, proses pembangunannya sempat memunculkan penolakan dari warga sekitar.
Warga menilai keberadaan ITF selama ini sudah menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas harian.
Sejak diresmikan pada 2024 lalu, keluhan soal aroma tak sedap kerap disuarakan warga. Kekhawatiran bertambah setelah ada rencana perluasan fasilitas. Mereka takut dampak lingkungan maupun kesehatan justru akan semakin besar.
Protes tersebut akhirnya menghasilkan sebuah surat kesepakatan antara Pemkab Bantul dengan warga dua padukuhan.
Salah satu isi pentingnya adalah setiap pemanfaatan hanggar harus mendapat persetujuan dari warga. Sementara untuk pengadaan alat tambahan, pemerintah sepakat memindahkannya ke TPST lain.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengonfirmasi pembangunan hanggar baru ITF Niten telah selesai. Hanya saja, pemanfaatannya belum bisa dijalankan sebelum ada serah terima resmi dari pihak kontraktor.
“Pemanfaatan hanggar setelah ada koordinasi dan penyerahan operasional hanggar dari PPK DPUPKP ke DLH,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, mekanisme penggunaannya nantinya juga akan dibicarakan bersama warga sebagaimana kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.