Gegara Standar Medsos, Anak Muda Bantul Pilih Menunda Pernikahan
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Spanduk warga Padukuhan Sawit dan Jaranan terkait perluasan ITF Niten, beberapa waktu lalu/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL— Pembangunan hanggar baru di fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten, Kalurahan Panggungharjo, telah rampung seratus persen.
Namun, warga Padukuhan Sawit dan Jaranan menegaskan agar penggunaannya tetap mengacu pada kesepakatan bersama yang pernah dibuat.
Meski pembangunan fisik sudah selesai, hingga kini warga mengaku belum pernah diajak berbicara lagi terkait pemanfaatan hanggar tersebut.
BACA JUGA: Perluasan ITF Niten Ditolak, Bupati Perintahkan Ini
“Belum ada pembicaraan dari Pemda. Warga baru mau membicarakan terkait hal itu, dan mengambil langkah-langkah yang baik berikutnya,” ujar perwakilan warga Sawit dan Jaranan, Raden Sumiharto saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, komitmen warga tetap sama sejak awal, menolak jika hanggar dipakai untuk pengolahan sampah.
“Kami jelas menolak. Sudah ada komitmen dari bupati tentang hanggar. Tidak untuk yang berkaitan dengan sampah,” tegasnya.
Diketahui, penambahan hanggar tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dari semula hanya 5 ton per hari menjadi 20 ton. Meski begitu, proses pembangunannya sempat memunculkan penolakan dari warga sekitar.
Warga menilai keberadaan ITF selama ini sudah menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas harian.
Sejak diresmikan pada 2024 lalu, keluhan soal aroma tak sedap kerap disuarakan warga. Kekhawatiran bertambah setelah ada rencana perluasan fasilitas. Mereka takut dampak lingkungan maupun kesehatan justru akan semakin besar.
Protes tersebut akhirnya menghasilkan sebuah surat kesepakatan antara Pemkab Bantul dengan warga dua padukuhan.
Salah satu isi pentingnya adalah setiap pemanfaatan hanggar harus mendapat persetujuan dari warga. Sementara untuk pengadaan alat tambahan, pemerintah sepakat memindahkannya ke TPST lain.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengonfirmasi pembangunan hanggar baru ITF Niten telah selesai. Hanya saja, pemanfaatannya belum bisa dijalankan sebelum ada serah terima resmi dari pihak kontraktor.
“Pemanfaatan hanggar setelah ada koordinasi dan penyerahan operasional hanggar dari PPK DPUPKP ke DLH,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, mekanisme penggunaannya nantinya juga akan dibicarakan bersama warga sebagaimana kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo 139-137.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.