Lima Pelestari Seni dan Budaya Kulon Progo Terima Penghargaan
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
Pengadilan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada terdakwa YA, dalam kasus pembunuhan berencana terhadap sopir taksi online berinisial J, 50.
Sidang pembacaan putusan digelar di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (6/10/2025). Terdakwa YA dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup setelah majelis hakim menilai perbuatannya terbukti memenuhi unsur pembunuhan berencana.
Hakim Ketua Eko Arief Wibowo dalam amar putusannya menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
“Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” ujar Eko saat membacakan putusan.
Putusan tersebut disambut dengan rasa kecewa dari pihak keluarga korban. Kuasa hukum keluarga korban, R. Anwar Ari Widodo, menilai majelis hakim belum memberikan rasa keadilan sebagaimana yang diharapkan keluarga.
“Saya selaku kuasa hukum dari keluarga korban sangat kecewa karena majelis hakim belum bisa merasakan apa yang dirasakan keluarga korban,” kata Anwar seusai sidang, Senin.
Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya sudah mempertimbangkan penderitaan keluarga korban dengan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa. Namun, majelis hakim memilih menjatuhkan vonis seumur hidup.
“Jaksa Penuntut Umum meminta hukuman mati, tetapi majelis hakim hanya memberikan hukuman seumur hidup,” tegasnya.
Anwar menambahkan, pihaknya akan mendorong jaksa untuk mengajukan upaya hukum lanjutan.
“Untuk itu, saya mendorong Jaksa Penuntut Umum melakukan upaya hukum tingkat banding, bahkan mungkin sampai putusan inkrah,” ujarnya.
Kasus pembunuhan terhadap J menggemparkan warga Bantul karena korban yang berprofesi sebagai sopir taksi online ditemukan tewas dengan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya perencanaan.
Kini, keluarga korban masih berharap adanya langkah hukum lebih tegas agar dapat memberikan rasa keadilan bagi mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
KAI menggelar Safety Hunting bersama 30 railfans di Kulonprogo untuk mengedukasi keselamatan saat berburu foto kereta api.
Lansia 89 tahun ditemukan meninggal dengan luka bakar di sawah Godean, Sleman. Polisi masih mendalami penyebab kejadian tersebut.
Timnas Indonesia U-17 menghadapi Filipina, Kamboja, Afghanistan, dan Myanmar di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Simak jadwal lengkapnya.
Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 60 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni pelajar dan profesional. Pesertanya tidak hanya berasal dari Yogyakarta,