Pencari Kerja Usia Matang Mendominasi Pengangguran Jogja
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA–Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja mendorong gerakan zero-waste cooking untuk mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke depo sampah. Kemantren Wirobrajan berharap gerakan tersebut dapat dilakukan masyarakat secara masif.
Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Wirobrajan, Sarwanto, menuturkan gerakan tersebut digagas untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang menjadi penyumbang sampah tertinggi di Kota Jogja. Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat volume produksi sampah harian Kota Jogja mencapai sekitar 280 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 60% merupakan sampah organik. Karena itu, Sarwanto menilai pengurangan sampah organik berbasis rumah tangga perlu dilakukan.
“Ini [gerakan zero-waste cooking] bertujuan untuk mengedukasi warga agar mampu mengolah bahan makanan tanpa menyisakan limbah,” katanya, Kamis (9/10/2025).
Dia menuturkan, gerakan tersebut pun disampaikan kepada masyarakat Wirobrajan melalui pelatihan pengolahan sampah organik beberapa waktu lalu. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat Wirobrajan diberikan edukasi untuk mengolah sampah organik berupa sisa sayur dan kulit buah menjadi produk olahan lain.
Dia pun berharap kemampuan mengolah sampah organik tersebut dapat dilakukan secara masif di setiap rumah tangga, sehingga target penurunan volume sampah dapat tercapai.
“Gerakan zero-waste cooking ini bukan hanya soal memasak, tapi tentang perubahan perilaku. Dari dapur rumah tangga, kita bisa mulai mengurangi sampah dan menumbuhkan kesadaran hidup berkelanjutan,” katanya.
Sementara Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Ary Iryawan, menyampaikan pihaknya mendukung program Kota Jogja untuk mengurangi volume sampah harian. Pihaknya pun mendampingi wilayah Wirobrajan dalam pengelolaan sampahnya. Ia juga mendukung berbagai program pengolahan sampah organik dan anorganik di wilayah tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini [edukasi pengolahan sampah dalam gerakan zero-waste cooking] dapat menginspirasi kelurahan lain. Pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, dan rumah tangga adalah titik awal yang paling efektif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.