Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Inspektur Inspektorat Gunungkidul, Saptoyo (kanan nomor 3) saat berfoto dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam X bersama Inspektur Inspektorat se-DIY. Kamis (9/10/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Saptoyo masuk daftar terbaik nasional sehingga mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Penghargaan tidak lepas dari penilaian inspektur daerah se-Indonesia di 2025.
Apresiasi ini juga tidak lepas dari kinerja Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) yang dinilai memiliki integritas tinggi, professional dan berorientasi terhadap hasil. “Selain Gunungkidul, Inspektur Inspektorat dari Pemerintah DIY dan Kulonprogo juga mendapatkan predikat terbaik secara nasional,” kata Saptoyo saat dihubungi wartawan, Kamis (9/10/2025).
Menurut dia, penghargaan sebagai inspektorat berkinerja baik se-Indonesia menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran di inspektorat Gunungkidul untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengawasan. Saptoyo berdalih, keberhasilan ini bukan hanya atas kinerja individu, tapi ada peran dan kerja keras dari seluruh tim di lingkungan inspektorat.
Penghargaan ini langsung diberikan oleh Mendagri Tito Karnavian. Sebelum penghargaan diberikan, ada penilaian dilakukan Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan BPKP dan sejumlah lembaga terkait.
Beberapa indikator yang digunakan antara lain opini laporan keuangan BPK, penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan (TLHP). Kemudian nilai kapabilitas APIP, efektivitas pengendalian korupsi, serta capaian Zona Integritas (ZI), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Menurut Saptoyo, penilaian kinerja juga mengacu pada berbagai indikator yang mencerminkan akuntabilitas dan efektivitas pengawasan. Beberapa aspek ini meliputi opini laporan keuangan serta penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan (TLHP) dari BPK, nilai Kapabilitas APIP, SPIP, dan Manajemen Risiko (MR) oleh BPKP, serta indeks pengendalian korupsi dan nilai MCP dari KPK.
“Ada juga kaitannya dengan capaian pelaporan LHKPN dan LHKASN, hasil Survei Penilaian Integritas [SPI], serta jumlah perangkat daerah yang meraih predikat Zona Integritas [ZI], WBK, dan WBBM dari Kemenpan-RB,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi atas penghargaaan yang diraih oleh Inspektur Inspektorat Daerah, Saptoyo. Menurut dia, prestasi ini bisa menjadi contoh yang baik sehingga dapat memotivasi bagi jajarannya untuk terus dapat meningkatkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Top, karena bisa menjadi inspektorat dengan kinerja terbaik di 2025,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta atlet muda Piala Raja 2026 menjunjung sportivitas, unggah-ungguh, dan semangat “Aku Iso”.