Kotabaru Heritage Film Festival di Jogja Hadirkan Becak Drive-In hingga Sawung Jabo
KHFF 2026 digelar 17-19 September di Jogja dengan Becak Drive-In Cinema, film Kantata Takwa, hingga penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim volume sampah organik, khususnya sisa makanan, berhasil berkurang hingga 15 ton per hari berkat penerapan program emberisasi dalam gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan program emberisasi—yakni pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan ember di tiap kelurahan—terbukti efektif menekan jumlah sampah yang masuk ke depo dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Program emberisasi ini sangat berpengaruh. Sekarang sampah makanan basah yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir 15 ton per hari atau sekitar 600 ember besar. Sebelumnya, sampah itu masuk ke depo dan menimbulkan bau serta lindi. Sekarang depo jadi lebih bersih, kering, dan tidak berbau,” ujarnya di Kelurahan Bumijo, Senin (13/10/2025).
Menurut Hasto, saat ini pengolahan sampah dengan metode emberisasi telah dilakukan di berbagai wilayah dengan memanfaatkan sekitar 500 ember aktif. Jumlah tersebut baru mencapai separuh dari target Pemkot yang ingin mengoperasikan 1.000 ember pengolahan.
“Target kami bukan akhir tahun, tapi akhir bulan ini harus selesai. Ember yang sudah dibagikan sebanyak 6.000 unit, tinggal memastikan semua benar-benar dimanfaatkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Jogja telah menyalurkan 6.000 ember pengolahan kepada masyarakat di seluruh kelurahan. Namun, hingga kini baru sebagian ember yang digunakan secara optimal, sementara sisanya masih dalam proses distribusi ke rumah tangga penerima.
Dengan capaian ini, Hasto optimistis pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja.
“Kalau masyarakat konsisten, maka volume sampah ke depo bisa berkurang signifikan. Ini langkah nyata menuju Jogja yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KHFF 2026 digelar 17-19 September di Jogja dengan Becak Drive-In Cinema, film Kantata Takwa, hingga penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.
Dewa United menang 3-1 atas Borneo FC di Stadion Segiri lewat gol Johnathan Pereira dan dua gol Denilson.
Nusron Wahid dua kali absen rapat Komisi II DPR. Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyebut Nusron memiliki penugasan lain yang terjadwal.
Kaspersky menemukan lebih dari 1.000 email phishing yang menyamar sebagai Zoom dan DocuSign serta menyasar akun perusahaan.
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.