Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di awal musim penghujan. Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Gunungkidul diperkirakan memasuki musim hujan mulai akhir Oktober 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan cuaca ekstrem telah melanda kawasan Bumi Handayani dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut terlihat dari intensitas hujan yang turun lebih sering dibandingkan periode musim kemarau basah.
“Contohnya hari ini, sudah ada peringatan dini dari BMKG akan potensi hujan dengan intensitas lebat di wilayah Gunungkidul bagian utara,” kata Purwono, Rabu (22/10/2025).
Menurut dia, peringatan dini tidak hanya terbatas pada hujan deras, tetapi juga disertai kilat dan angin kencang. Kewaspadaan wajib ditingkatkan agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Purwono tidak menampik bahwa berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kawasan Gunungkidul baru akan memasuki musim hujan pada akhir Oktober. Meski demikian, kondisi saat ini sudah sering ditandai cuaca ekstrem yang menyebabkan sejumlah musibah, mulai dari pohon tumbang hingga rumah rusak akibat terjangan angin kencang.
“Kesiapsiagaan bencana harus terus ditingkatkan, meski baru awal musim hujan. Dengan adanya mitigasi, dampak bencana dapat dikurangi,” katanya.
Purwono mengaku telah menyusun kajian terkait potensi bencana di Gunungkidul. Untuk banjir, potensinya terdapat di sepanjang aliran Kali Oya dan beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
Adapun potensi longsor didominasi di zona utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong. “Untuk angin kencang, potensinya menyebar di seluruh wilayah Gunungkidul,” ujarnya.
Guna menghadapi potensi cuaca ekstrem, ia mengimbau masyarakat melakukan kerja bakti untuk pembersihan saluran air. Selain itu, dapat dilakukan pemangkasan pohon yang sudah rindang.
“Yang tak kalah penting adalah terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan,” katanya.
Carik Tegalrejo, Gedangsari, Sugiyanto mengatakan, wilayahnya termasuk daerah rawan longsor di Kapanewon Gedangsari. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis yang didominasi perbukitan sehingga berpotensi longsor saat musim hujan.
Menurut dia, upaya mitigasi telah dilakukan dengan membentuk Kalurahan Tangguh Bencana serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Selain itu, telah dipasang sistem peringatan dini longsor (Early Warning System/EWS) untuk mengurangi dampak bencana.
“Untuk kondisi EWS akan kami cek terlebih dahulu, apakah berfungsi atau tidak. Yang jelas, upaya mitigasi bencana terus dilakukan agar dampak saat terjadi suatu peristiwa dapat ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.