DPRD Bantul Ingatkan Pilur 2026 Bebas Politik Uang dan SARA
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Kegiatan Jumat Curhat sebagai upaya mempererat komunikasi dengan masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Pendopo Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, pada Jumat (24/10/2025). Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam agenda Polda DIY, Jumat Curhat warga Bantul menyampaikan keresahan soal keamanan lingkungan dan penambangan pasir. Polda DIY berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, pada Jumat (24/10/2025).
Melalui forum tersebut, warga diberi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung kepada jajaran kepolisian.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian, antara lain Plt. Dirbinmas Polda DIY AKBP Kayuswan Tri Panungko, S.I.K., M.M., KBO Ditbinmas Polda DIY AKBP Hadi Sutomo, S.H., M.H., Kasat Binmas Polres Bantul AKP Agus Setyawan, S.H., M.M., Kabagren Polres Bantul Kompol Irwiantoro, S.H., Kapolsek Pleret AKP Anar Fuadi, S.H., M.I.P., serta perwakilan dari Pemerintah Kapanewon Pleret, Kalurahan Segoroyoso, dan masyarakat setempat.
Panewu Pleret menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut dan mengajak warga aktif memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan aparat penegak hukum. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Kompol Irwiantoro memaparkan kondisi kamtibmas terkini di wilayah hukum Polres Bantul, meliputi catatan gangguan keamanan, angka kecelakaan lalu lintas, hingga potensi bencana alam. Ia juga membandingkan tingkat kejahatan antara tahun 2024 dan 2025 serta menjelaskan langkah-langkah yang telah ditempuh untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Sementara itu, AKBP Kayuswan Tri Panungko menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan siap menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.
“Dari jajaran Kepolisian tingkat Polres dan Polsek sudah siap untuk membantu masyarakat. Tujuan kami menampung aspirasi dari seluruh masyarakat, bagi kami stakeholder, harapannya kegiatan kemasyarakatan berjalan baik,” ujar Kayuswan.
Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka, mulai dari penambangan pasir ilegal, kenakalan remaja, hingga peredaran minuman keras (miras).
Salah satu anggota Bamuskal Segoroyoso, Jumadi, menyoroti aktivitas penambangan pasir di Sungai Opak yang dinilainya menyebabkan kerusakan lingkungan. Ia berharap pihak kepolisian turun tangan untuk menertibkannya.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Kayuswan menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu dengan berkoordinasi bersama Polsek dan Polres setempat.
“Terkait penambangan di Sungai Opak, perlu dilakukan pengecekan bersama Polres dan Kapanewon mengenai siapa yang melakukan penambangan serta legalitasnya. Kami akan koordinasikan dengan Polsek dan Polres. Upayakan ditegur terlebih dahulu, jika tidak bisa maka akan ditempuh langkah hukum,” tegasnya.
Keluhan lain datang dari Suroso, warga setempat, yang mengungkapkan kekhawatiran atas maraknya kenakalan remaja. Ia mengusulkan agar Bhabinkamtibmas lebih sering hadir dalam forum RT untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, AKBP Kayuswan berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan tiga pilar kelurahan guna memperkuat pengawasan terhadap remaja serta menggelar sosialisasi yang melibatkan pelajar SMA dan SMP.
Adapun Giyanto, warga lainnya, meminta agar kegiatan Jumat Curhat dilakukan lebih rutin serta berharap aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap peredaran miras di wilayah mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026