Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Sleman Siapkan Guru Bertahap
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN–Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Sleman mencatat belum semua KDMP beroperasi, meskipun telah memiliki akta pendirian koperasi. Dari sebanyak 86 KDMP di Bumi Sembada, baru 45% atau sekitar 38 koperasi yang beroperasi.
Ketua Forkom KDMP Sleman, Mawardi, belum dapat menyampaikan secara detail situasi pengembangan KDMP di Sleman. Hanya saja, permodalan masih menjadi persoalan utama pengembangan.
"Hampir 45 persen yang sudah berjalan. Contohnya ada KDMP Ambarketawang, Sidoarum, Sardonoharjo, Sidoluhur, Sumbersari, Pandowoharjo," kata Mawardi saat dihubungi, Senin (3/11/2025).
Tujuh KDMP tersebut merupakan koperasi nonpercontohan. Adapun koperasi percontohan di Sleman hanya ada tiga, yaitu KDMP Sinduadi, Sidomulyo, dan Tamanmartani. Tiga koperasi percontohan ini secara umum tidak mengalami kesulitan signifikan ihwal permodalan.
Mereka juga memiliki kemudahan akses pinjaman modal ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi). Pengajuan ini sedang dilakukan KDMP Tamanmartani yang dikoordinasi oleh Mawardi sebagai ketua. Ia memperkirakan dana pinjaman tersebut segera cair.
"Secara umum, kesulitan KDMP di Sleman adalah masalah permodalan, lahan untuk lokasi gerai, dan pengadaan gerai," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengatakan pihaknya telah menjalankan fungsi pendampingan kepada KDMP. Pekan lalu, ia mendampingi dua perwakilan KDMP bertemu Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk membahas pengembangan KDMP.
Sementara itu, ia mendorong KDMP menggunakan simpanan pokok dan wajib untuk menjalankan koperasi. Operasional dapat juga menggunakan sistem konsinyasi.
"Kalau ingin modalnya besar, rekrutmen harus lebih gencar lagi agar simpanannya lebih banyak," kata Sutiasih.
Disinggung ihwal KDMP yang belum beroperasi, ia belum dapat memberikan jawaban pasti. Ia mengaku kemungkinan ada yang memang belum beroperasi. Monitoring belum dilakukan di semua koperasi.
"Yang baru termonitor di kami itu belum semuanya. Baru sebagian yang menjalankan gerainya, sebagian lain masih mencari cara operasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.