Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN–Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Sleman mencatat belum semua KDMP beroperasi, meskipun telah memiliki akta pendirian koperasi. Dari sebanyak 86 KDMP di Bumi Sembada, baru 45% atau sekitar 38 koperasi yang beroperasi.
Ketua Forkom KDMP Sleman, Mawardi, belum dapat menyampaikan secara detail situasi pengembangan KDMP di Sleman. Hanya saja, permodalan masih menjadi persoalan utama pengembangan.
"Hampir 45 persen yang sudah berjalan. Contohnya ada KDMP Ambarketawang, Sidoarum, Sardonoharjo, Sidoluhur, Sumbersari, Pandowoharjo," kata Mawardi saat dihubungi, Senin (3/11/2025).
Tujuh KDMP tersebut merupakan koperasi nonpercontohan. Adapun koperasi percontohan di Sleman hanya ada tiga, yaitu KDMP Sinduadi, Sidomulyo, dan Tamanmartani. Tiga koperasi percontohan ini secara umum tidak mengalami kesulitan signifikan ihwal permodalan.
Mereka juga memiliki kemudahan akses pinjaman modal ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi). Pengajuan ini sedang dilakukan KDMP Tamanmartani yang dikoordinasi oleh Mawardi sebagai ketua. Ia memperkirakan dana pinjaman tersebut segera cair.
"Secara umum, kesulitan KDMP di Sleman adalah masalah permodalan, lahan untuk lokasi gerai, dan pengadaan gerai," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengatakan pihaknya telah menjalankan fungsi pendampingan kepada KDMP. Pekan lalu, ia mendampingi dua perwakilan KDMP bertemu Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk membahas pengembangan KDMP.
Sementara itu, ia mendorong KDMP menggunakan simpanan pokok dan wajib untuk menjalankan koperasi. Operasional dapat juga menggunakan sistem konsinyasi.
"Kalau ingin modalnya besar, rekrutmen harus lebih gencar lagi agar simpanannya lebih banyak," kata Sutiasih.
Disinggung ihwal KDMP yang belum beroperasi, ia belum dapat memberikan jawaban pasti. Ia mengaku kemungkinan ada yang memang belum beroperasi. Monitoring belum dilakukan di semua koperasi.
"Yang baru termonitor di kami itu belum semuanya. Baru sebagian yang menjalankan gerainya, sebagian lain masih mencari cara operasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari