1001 Pembatik Akan Membatik Serentak di Malioboro, Kadin DIY Bidik Generasi Muda
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
Foto ilustrasi Waste to Energy. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Gedongtengen terus menggencarkan gerakan pengolahan sampah dalam program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Gerakan tersebut terus disosialisasikan melalui patroli wilayah yang dilakukan secara rutin.
Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Gedongtengen, Pargiyat menuturkan gerakan tersebut dilakukan untuk mendukung program Mas Jos yang digagas Pemkot Jogja. Dia menilai, gerakan Mas Jos sebagai upaya pengolahan sampah berkelanjutan yang melinatkan berbagai kalangan masyarakat.
"Kami melaksanakan patroli lingkungan sekaligus pemasangan spanduk edukatif berisi imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan untuk mendukung program tersebut," katanya, Kamis (6/11/2025).
Patroli dilakukan di beberapa titik strategis di wilayah Gedongtengen. Dalam patroli tersebut, pihaknya fokus pada pemantauan kebersihan, ketertiban umum, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah mandiri. Selain patroli, menurutnya, petugas juga memasang beberapa spanduk yang berisi pesan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
"Melalui spanduk tersebut kami mengajak warga untuk ikut aktif dalam kegiatan olah sampah di lingkungan masing-masing," katanya.
Kemantren Gedongtengen berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin sebagai upaya menjaga lingkungan serta menciptakan kawasan yang tertib, aman, dan bersih.
Komandan Regu Bantuan Kendali Operasi (Danru BKO) Kemantren Gedongtengen, Anang Rustanto menuturkan kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.
"Karena lingkungan bersih merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah," katanya.
Dia menambahkan melalui kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut, pihaknya berupaya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah.
"Program Mas Jos adalah wujud nyata partisipasi warga dalam mengelola sampah agar Jogja tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.