Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman meningkatkan anggaran Beasiswa Sleman Pintar hingga Rp20 miliar pada 2026 untuk mendukung pendidikan tuntas dan SDM unggul.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan alokasi anggaran untuk Beasiswa Sleman Pintar naik dari Rp8,7 miliar pada 2025 menjadi Rp20 miliar pada 2026. Hanya saja, pembahasan Rancangan APBD 2026 masih berlangsung. Setiap perangkat daerah masih melakukan refokus anggaran. Sebab itu, masih ada kemungkinan penurunan alokasi anggaran beasiswa.
“Pemberian beasiswa tetap mengikuti mekanisme yang ada, termasuk seleksi kelayakan dari perguruan tinggi sasaran,” kata Danang di Ruang Rapat (RR) Paripurna DPRD Sleman, Senin (10/11/2025).
Danang menyatakan beasiswa ini merupakan wujud peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM berkualitas akan menentukan kecepatan pembangunan suatu daerah dan angka kemiskinan. Oleh sebab itu, ia dan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga mengusung program satu kepala keluarga (KK) miskin satu sarjana.
Ketika Danang menghadiri wisuda mahasiswa Universitas Amikom peraih Beasiswa Sleman Pintar pada Sabtu (1/11), ia juga berpesan kepada peraih beasiswa agar menjunjung integritas dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Sikap itu yang juga diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Artinya, ada kesinambungan visi-misi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos), Sarastomo Ari Saptoto, mengatakan Bupati Sleman memang meminta agar ada perluasan kerja sama untuk seluruh kampus atau perguruan tinggi yang berada di Sleman. “Kami berencana menambah jumlah beasiswa untuk 800 mahasiswa baru tahun depan. MoU juga sudah kami lakukan dengan 52 perguruan tinggi,” kata Ari dihubungi, Senin (10/11/2025).
Adapun kerja sama yang saat ini telah berjalan antara lain dengan Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan), dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Dengan begitu, total ada 57 kampus yang bekerja sama dengan Pemkab Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia