Kecelakaan di Sleman Naik 9 Persen pada Semester I 2026
Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sleman naik 9 persen pada semester I 2026 menjadi 1.454 kasus. Polisi menyebut mobilitas masyarakat dan pelanggaran lalu lintas
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Mobilitas masyarakat akan meningkat menjelang dan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Jalanan akan lebih padat oleh kendaraan daripada hari-hari biasa. Situasi ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Guna menurunkan potensi kecelakaan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman akan memperbaiki jalan dan menerjunkan tim pemantau.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma`ruf, mengatakan survei dan pemetaan ruas-ruas jalan utama akan dilakukan pada awal Desember 2025. Hasilnya akan digunakan sebagai data perbaikan.
DPUPKP tidak sendiri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polresta akan terlibat lantaran kedua instansi ini bertanggung jawab atas segala hal terkait operasional jalur lalu lintas.
“Kami akan survei ke ruas-ruas jalan utama dulu, tentu jalan kabupaten yang menjadi kewenangan kami. Kami prioritaskan ruas dengan lalu lintas kendaraan tinggi dan kerusakan yang berat,” kata Fauzan, Sabtu (15/11/2025).
DPUPKP Sleman juga akan mendata kerusakan jalur wisata. Pendataan tidak akan berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Apabila melihat jumlah kunjungan, ruas-ruas jalan menuju Kawasan Wisata Kaliurang, Candi Prambanan, dan Ibarbo Park akan ditangani lebih dulu.
Adapun ruas jalan perkotaan yang berada di dalam Ring Road juga akan disurvei. Ruas jalan ini diperkirakan akan padat kendaraan lantaran menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata di Kota Jogja.
Sumber anggaran yang DPUPKP gunakan berasal dari APBD Sleman. Instansi teknis ini telah memiliki anggaran pemeliharaan rutin. Penggunaannya pun tidak serta-merta dihabiskan di awal tahun.
Meski DPUPKP menerjunkan tim pemantau, Fauzan juga meminta kepada masyarakat agar jika ada kerusakan jalan kabupaten yang mendesak untuk diperbaiki dapat melapor ke lapor.slemankab.go.id.
“Tim kami siagakan secara on call. Kami gunakan sistem shift. Kalau ada kedaruratan bisa kami tangani,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya sedang mengagendakan pembahasan dan koordinasi khusus untuk membahas persiapan libur Nataru.
“Namun demikian kami sudah mulai persiapan dengan melaksanakan survei-survei jalur alternatif dan pemetaan kebutuhan rambu; terkait koordinasi lanjutan nanti biasanya akan ada koordinasi dari provinsi dan kepolisian,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sleman naik 9 persen pada semester I 2026 menjadi 1.454 kasus. Polisi menyebut mobilitas masyarakat dan pelanggaran lalu lintas
Dinkes Sleman mencatat kecukupan ASN baru 61,8%. Pemkab menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD dan mengusulkan 87 formasi CPNS.
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan