Embarkasi Haji YIA Belum Dongkrak Ekonomi Kulonprogo
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
Jembatan Kabanaran, Pandansimo. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Agung Setyawan menyebut pergantian nama Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Kabanaran telah melalui proses kajian dan korespondensi resmi selama sebulan terakhir.
Pergantian nama ini diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berdasarkan berbagai kajian mendalam, mulai dari aspek historis hingga administratif kewilayahan.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengungkapkan bahwa sebenarnya usulan pergantian nama Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Kabanaran sudah diajukan secara lisan sejak lama. Bahkan, sejak nama Pandansimo pertama kali dihembuskan dan dikenalkan, sudah ada upaya untuk menggantinya menjadi Jembatan Kabanaran.
"Saya lakukan kajian semua berdasarkan data, lantas saya berkirim surat tertulis ke Ngarsa Dalem [Sri Sultan Hamengku Buwono X] sebulan yang lalu. Terus kemudian saya berkirim surat tertulis ke Sekda dan kepada Gubernur tiga pekan lalu," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).
"Jadi ada dua [landasan], satu kebenaran sejarah dan [kedua] secara administratif," lanjut Agung.
Dua faktor itu yang menjadi landasannya mengusulkan penggantian nama Jembatan Pandansimo. Dia menegaskan landasan hukumnya jelas, karena jembatan tersebut memang berada di wilayah Kulonprogo.
Agung menegaskan bahwa badan Sungai Progo yang di atasnya membentang Jembatan Kabanaran itu 100 persen berada di wilayah Kulonprogo. Menurutnya, penggantian nama jembatan ini berdasarkan kebenaran faktual, bukan karena adanya permasalahan.
"Saya hanya meluruskan, bukan memperkarakan. Mungkin ini toponimi [penamaan tempat] sederhana bagi banyak orang, tapi landasan hukumnya jelas, ada di tanah Kulonprogo, sudah berdasarkan kajian," ucapnya.
"Abutment [pangkal jembatan] sisi timur jembatan itu ada di Pandansimo, tetapi 80 persen jembatan itu ada di Kulonprogo," tambah Agung.
Dia memastikan penggantian nama ini adalah upaya mendudukkan permasalahan sesuai tempatnya yang pas. Jembatan tersebut 80 persen berada di wilayah Kulonprogo, yang nantinya akan menjadi sinergi dengan Bantul, bukan untuk mengotak-kotakkan.
Agung menuturkan, ke depan direncanakan Pemkab Kulonprogo yang akan bertanggung jawab atas maintenance sarana di Jembatan Kabanaran, seperti lampu dan pembayaran listrik. Oleh karena itu, sangat disayangkan ketika Kulonprogo tidak mendapat benchmarking dan branding dari jembatan tersebut.
"Kok framing-nya [pembingkaiannya] Pandansimo padahal sudah ada satu kejelasan. Saya berharap ini menjadi sinergi yang baik antara Kulonprogo dan Bantul, tidak mengotak-kotakkan ataupun membedakan," tuturnya.
Agung menyampaikan, dalam proses pengusulan penggantian nama jembatan ini, pihaknya sudah berusaha mengakomodasi keduanya. Menurutnya, awalnya diusulkan nama Jembatan Banaran Pandansimo. Namun, usulan tersebut tidak mendapatkan persetujuan di tingkat pemerintah pusat sehingga menjadi Jembatan Kabanaran.
"Saya kemarin usulnya adalah kita akomodasi dua-duanya, Banaran Pandansimo. Tetapi setelah dikaji oleh pusat, usulan Kulonprogo yang di-acc [disetujui] Pemda DIY itu menjadi Kabanaran," ujarnya.
Sejarah Kabanaran sendiri diambil dari nama Hamengku Buwono I yang mesanggrah atau madepok di Kabanaran. Peristiwa ini terjadi sebelum munculnya Keraton Ngayogyakarta dan Keraton Ambarketawang Gamping. Hal demikian yang menjadi alasan untuk berupaya meluruskan sejarah, bukan karena Pemkab Kulonprogo memiliki pamrih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.