Gelombang Tinggi Bikin Nelayan Kulonprogo Libur 3 Bulan
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
ilustrasi/bareksa.com
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kemenag Kulonprogo mengungkap 2.363 aset wakaf tersebar di 12 kapanewon, termasuk 16 aset produktif yang tengah didorong untuk memberikan manfaat ekonomi lebih besar.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto, mengatakan aset wakaf tersebut memiliki berbagai peruntukan, mulai dari fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah hingga aset produktif seperti perkebunan.
"Sebanyak 16 lokasi di antaranya merupakan wakaf produktif dengan total luas 13.631 meter persegi," ujarnya, Senin (24/11/2025).
Beberapa contoh pengelolaan wakaf produktif antara lain UMKM ZEJE-MART yang dikelola Ponpes Zahrotul Jannah Giripeni Wates, Pangkalan Gas Elpiji oleh PC Muhammadiyah Sentolo, serta perkebunan markisa di atas tanah wakaf Nazir Muhammadiyah Galur.
Kemenag Kulonprogo gencar mendorong pendaftaran wakaf melalui program "Lawanku Jadi Terpikat" (Layanan Wakaf Kulonprogo Sampai Jadi dan Terbit Sertipikat). Program ini memfasilitasi masyarakat hingga proses penerbitan sertifikat wakaf.
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag DIY, Nurhuda, mengapresiasi penetapan Kulonprogo sebagai "Kota Wakaf". Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar, khususnya dalam mengoptimalkan manfaat wakaf produktif bagi masyarakat dan menarik minat investor.
"Pengelolaan dan pengembangan Kota Wakaf harus terukur. Perlu pemetaan dan koordinasi yang masif antar semua pihak yang terlibat," tegas Nurhuda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Dinkes Bantul menemukan bakteri Bacillus sp pada menu bistik galantin dalam kasus keracunan MBG di Jetis yang menimpa 53 orang.
Amran mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai label. Kerugian konsumen diperkirakan mencapai Rp89 triliun.
Utang luar negeri Indonesia mencapai Rp8.211,8 triliun per Juli 2026, naik 4,9% YoY. ULN publik naik, sedangkan swasta terkontraksi.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul diperpanjang demi mengurangi risiko tebing runtuh. DPRD DIY juga soroti potensi ekonomi dan pariwisata.
Serah terima jabatan Menkeu berlangsung singkat. Purbaya hanya menyampaikan 57 kata sebelum menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara.