Bantul Integrasikan 103 Program Kemiskinan, Data Diperbarui Real Time
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
Ilustrasi program padat karya. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan program padat karya Gunungkidul di delapan lokasi sebagai langkah menekan inflasi sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga rentan ekonomi, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengendalian Inflasi Daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, menyampaikan, program padat karya Gunungkidul ini dirancang untuk menyasar warga yang masuk kategori pengangguran, setengah pengangguran, hingga masyarakat miskin. Ia menyebut bahwa prinsip program ini adalah pemberdayaan penuh bagi masyarakat.
“Semangat padat karya adalah melibatkan masyarakat sepenuhnya. Kegiatan ini dari masyarakat, dikerjakan oleh masyarakat, dan dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Program tersebut dilaksanakan di delapan lokasi yang tersebar di sejumlah padukuhan di Kapanewon Ponjong, Semanu, Rongkop, Gedangsari, dan Wonosari. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp450 juta, bersumber dari APBD melalui skema pengendalian inflasi daerah.
"Setiap lokasi mendapat alokasi sekitar Rp52 juta yang digunakan untuk upah tenaga kerja, pengadaan material, serta kebutuhan administrasi," jelasnya.
Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan berupa pengecoran jalan dengan spesifikasi lebar tiga meter dan tebal 10 sentimeter. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 12 hari. Sebanyak 184 tenaga kerja dilibatkan, masing-masing lokasi mempekerjakan 23 orang. Komposisinya terdiri dari satu kepala tukang (dibimbing dinas terkait), empat tukang, dan 18 pekerja.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan bahwa program ini dirancang bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi warga di tengah tekanan inflasi. “Tenaga kerja ini nanti mendapat honor. Jadi warga yang tidak bekerja atau sudah selesai di sawah-ladang bisa mendapatkan penghasilan dengan membangun jalan yang mereka gunakan sendiri. Hasilnya dinikmati sendiri, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan program padat karya Gunungkidul ini, Pemkab berharap upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan beriringan dengan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.