6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah rumah di Sompok, Sriharjo, Imogiri direncanakan direlokasi setelah DPUPKP Bantul dan BPBD menemukan tanah labil yang dinilai mengancam keselamatan warga.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Alran Simbolon, mengatakan bahwa pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu. Hasil peninjauan mengidentifikasi bahwa rumah-rumah yang berada di sisi utara Sungai Oyo merupakan yang paling rentan terdampak pergerakan tanah.
"Sudah kami tinjau dan dapat laporan dari warga mana saja rumah yang perlu direlokasi," kata Jimmy pada Selasa (9/12/2025).
Menurut Jimmy, indikasi kerawanan di kawasan tersebut sebenarnya sudah terlihat dari kondisi infrastruktur. Jalan di Padukuhan Sompok sebelumnya mengalami keretakan dan telah diperbaiki melalui pengaspalan ulang. Namun, berdasarkan penuturan warga, sifat tanah di area itu memang labil, sehingga relokasi menjadi opsi yang paling aman dan mendesak demi keselamatan warga.
"Relokasi ini sebagai bentuk mitigasi saja, karena kan mendesak sifatnya demi keselamatan warga," ujarnya.
Jimmy menyebutkan bahwa saat ini relokasi masih menunggu inisiatif dari warga untuk mencari lahan baru yang lebih aman. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
"Kami masih menunggu inisiatif warga untuk mencari tanah, karena anggaran kami terbatas. Kami hanya bisa membangun rumahnya dan baru dua rumah yang masuk ke kami untuk direlokasi," jelas Jimmy.
Dukuh Sompok, Triyono, menjelaskan bahwa total terdapat delapan rumah dengan jumlah 19 jiwa yang masuk kategori rawan di wilayah RT 06 Padukuhan Sompok.
Kondisi tersebut diperparah dengan insiden jalan putus di Padukuhan Wunut dan juga keretakan jalan di wilayah sekitar, yang sempat memicu kecemasan. Triyono mengungkapkan bahwa warga yang rumahnya rawan sering kali memilih mengungsi ke rumah kerabat pada malam hari demi alasan keamanan, dan kembali ke rumah masing-masing pada siang harinya.
"Beberapa [warga] memang sudah ada yang punya rumah di lokasi lain dan beberapa warga lainnya kadang menginap di rumah keluarganya," kata Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.