Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Perbaikan Jalan Sleman Butuh Rp672 Miliar hingga 2029
Pemkab Sleman butuh Rp672 miliar hingga 2029 untuk perbaikan hampir 160 km jalan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menargetkan peningkatan kemantapan jalan hingga 86% pada 2029 dengan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai Rp672 miliar.
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman tahun 2024, tercatat 150,6 Km jalan kabupaten mengalami kerusakan ringan dan 11,25 Km dalam kondisi rusak parah. Total jalan kabupaten yang perlu diperbaiki secara bertahap mencapai hampir 160 Km.
Pada tahun 2025, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp42.696.719.101 untuk perbaikan jalan. Anggaran ini mencakup peningkatan jalan sepanjang 3,159 km, pemeliharaan berkala sepanjang 3,20 km, pemeliharaan rutin jalan 350 km, penggantian jembatan empat titik, dan pemeliharaan rutin jembatan 50 titik.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf, menjelaskan bahwa rencana perbaikan jalan secara bertahap hingga 2029 membutuhkan total Rp672 miliar. Anggaran tersebut direncanakan dengan rincian Rp42.696.719.101 pada 2025, Rp106.673.454.865 pada 2026, dan sisanya, yaitu Rp174.349.192.011, dialokasikan pada 2027, 2028, dan 2029.
“Kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Sleman, sesuai survei terakhir tahun 2024 kemarin, mantapnya baru 76,86 persen. Kami dituntut menjadikannya 86 persen sesuai RPJMD. Sehingga 2026 besok untuk anggaran penanganan jalan Kabupaten alhamdulillah meningkat cukup signifikan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Dengan anggaran sekitar Rp106 miliar pada tahun 2026—yang nilainya lebih dari dua kali lipat anggaran 2025—pihaknya akan lebih leluasa dalam mewujudkan target kemantapan jalan tersebut. Fauzan menambahkan bahwa kondisi eksisting saat ini menunjukkan hampir 160 Km jalan di Sleman masuk kategori rusak ringan dan rusak berat.
Mengingat keterbatasan anggaran, PUPKP Sleman memprioritaskan pemeliharaan pada jalan berlubang dan penambalannya. “Kami misinya lubangnya nol, sehingga maaf kalau untuk lewat memang kurang nyaman ya, karena memang untuk anggaran pemeliharaan kita yang untuk berkala, untuk menghaluskan itu memang sangat terbatas,” kata dia.
Meskipun demikian, Fauzan memastikan pemeliharaan rutin berupa penambalan jalan berlubang dapat dilakukan dengan cepat karena dilaksanakan oleh personel Bina Marga sendiri.
“Sehingga pagi jam 08.00 ada laporan, nanti jam 11.00 sudah bisa kami tangani. Beda kalau dengan pihak ketiga. Tanggal 1 laporan, mungkin tanggal 30 baru bisa ditangani karena harus pengadaan penyedia,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.