KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Pemkot Jogja menilai rekayasa lalu lintas Kotabaru efektif dan menyiapkan kantong parkir tambahan saat libur Nataru. /Harian Jogja-Stefani.
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menilai rekayasa lalu lintas di kawasan Kotabaru pascapenutupan Jembatan Kewek berjalan efektif dan mampu mencegah kemacetan. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Jogja juga menyiapkan kantong parkir tambahan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.
Hasil evaluasi pada akhir pekan menunjukkan arus kendaraan tetap lancar meski sempat menuai kritik dari masyarakat. Pemkot memastikan skema lalu lintas yang diterapkan masih akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas wisatawan, Stadion Kridosono disiapkan sebagai kantong parkir tambahan yang akan difungsikan secara situasional, terutama saat puncak libur Tahun Baru. Selain itu, Jalan Margoutomo tetap dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan roda empat dengan kapasitas terbatas.
"Saat evaluasi penutupan regulasi, kemarin Sabtu dan Minggu kita evaluasi dan lancar. Alhamdulillah lancar,” ujarnya di Balaikota Jogja pada Senin (15/12/2025).
Dia menilai skenario rekayasa lalu lintas yang diterapkan kemarin mampu mencegah kemacetan. “Skenario yang diterapkan, meskipun ada banyak kritik bahwa ini skenario yang enggak baik dan sebagainya, tapi terbukti alhamdulillah lancar, tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Meski begitu Hasto memperkirakan akan terjadi lonjakan wisatawan selama libur Nataru. Oleh karena itu pihaknya akan menambah kantong parkir di Stadion Kridosono selama momen tersebut.
Terkait waktu penggunaan Stadion Kridosono sebagai kantong parkir tambahan, menurutnya akan bersifat situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Nanti kita situasional ya. Saat Natal ini kita lihat, menjelang Natal itu seperti apa. Terutama pas Tahun Baru jelas,” katanya.
Selain itu, Jl. Margoutomo tetap akan difungsikan sebagai kantong parkir dengan daya tampung yang terbatas. Di sana hanya akan digunakan untuk parkir kendaraan pribadi roda empat, bukan bus.
Penambahan dan pengaturan kantong parkir ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jogja dalam mengondisikan arus kendaraan, terutama saat momen libur besar.
“Saya kira dengan kita mencoba mengkondisikan kantong-kantong parkir ini, insyaallah kita menyempurnakan usaha kita,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.