Lurah Kulonprogo Tolak Tandatangani Serah Terima Gerai KDMP, Ini Alasannya
Sejumlah lurah di Kabupaten Kulonprogo enggan melakukan penandatanganan serah terima aset gerai Koperasi Desa Merah Putih meskipun fasilitas gedungnya sudah ram
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu-satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Harianjogja.com, KULONPROGO–Bandara YIA menyatakan siap menambah penerbangan domestik dan internasional, dengan reaktivasi rute Yogyakarta–Bandung mulai Februari 2026.
“Rute itu mulai aktif kembali pada 11 Februari 2026 mendatang,” ujar General Manager Bandara YIA, Ruly Artha saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (14/1/2026). Penerbangan reaktivasi rute Bandung ini rencananya akan menggunakan pesawat jenis ATR.
Pasca-ditetapkannya embarkasi haji di Kulonprogo, Ruly menyebut banyak maskapai asing maupun lokal yang berminat membuka layanan penerbangan umrah langsung (direct) dari YIA menuju Jeddah. Namun, realisasinya sangat bergantung pada komitmen para penyelenggara perjalanan umrah.
“Komitmennya adalah para penyelenggara umrah harus bersatu agar jadwal keberangkatan dan kepulangan bisa berbarengan. Dengan begitu, keterisian kursi pesawat (load factor) bisa terjaga,” lanjut Ruly.
Minat Maskapai Internasional: Etihad hingga Emirates
Ruly membeberkan, sejumlah maskapai besar dunia seperti Etihad, Emirates, hingga Turkish Airlines telah beberapa kali meninjau fasilitas di YIA. Secara infrastruktur, YIA sudah sangat siap melayani pesawat berbadan lebar (wide body). Meski animo maskapai tinggi, tantangan utama terletak pada keseimbangan jumlah penumpang saat datang dan pergi.
“Bicara maskapai internasional tentu bicara soal biaya operasional pulang-pergi. Tidak mungkin penumpang dari negara asal terbang ke YIA, tapi saat kembali pesawatnya kosong. Itu akan menjadi beban biaya bagi maskapai,” jelasnya.
Fenomena yang sering terjadi adalah banyaknya Wisatawan Negara Asing (WNA) yang mendarat di YIA, namun tidak kembali melalui bandara yang sama. Mereka biasanya melanjutkan perjalanan darat ke Bromo dan Banyuwangi, lalu menyeberang ke Bali dan pulang melalui Bandara Ngurah Rai.
Pentingnya Ekosistem Pariwisata
Kondisi dilematis ini membuat penambahan rute internasional memerlukan kerja sama lintas sektor. Menurut Ruly, kunci utama penambahan penerbangan bukan hanya pada fasilitas bandara, melainkan pada daya tarik destinasi wisatanya.
“Sebenarnya bicara penerbangan internasional itu bukan soal bandaranya, tapi terkait atraksi destinasi wisata yang membuat orang tertarik datang. Ekosistem pariwisata yang kuat sangat penting untuk meningkatkan permintaan (demand) penumpang,” pungkas Ruly.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah lurah di Kabupaten Kulonprogo enggan melakukan penandatanganan serah terima aset gerai Koperasi Desa Merah Putih meskipun fasilitas gedungnya sudah ram
Bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever: Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia digelar di Balai Padukuhan Kliripan
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, biaya SIM A dan SIM C.
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara