Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Proses evakuasi pohon tumbang di Bantul. - Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Angin kencang yang menerjang Kabupaten Bantul, Sabtu (24/1/2026), memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di sejumlah kawasan permukiman dan jalur aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sedikitnya 11 titik pohon tumbang hingga pukul 16.30 WIB, seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan bahwa laporan kejadian angin kencang tersebar di tiga kapanewon, yakni Banguntapan, Pleret, dan Sewon. Sebaran titik kejadian ini menjadi perhatian karena berada di area dengan aktivitas warga yang cukup padat.
“Untuk dampak angin kencang hari ini di Bantul, ada beberapa kejadian pohon tumbang yang dilaporkan hingga pukul 16.30 WIB,” kata Antoni, Sabtu (24/1/2026).
Di Kapanewon Banguntapan, laporan pohon tumbang masing-masing terjadi satu titik di Kalurahan Banguntapan, Singosaren, Baturetno, dan Wirokerten. Sementara itu, di Kapanewon Pleret tercatat dua titik di Kalurahan Pleret dan satu titik di Kalurahan Wonokromo. Adapun di Kapanewon Sewon, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kalurahan Bangunharjo.
Selain pohon tumbang, angin kencang di Bantul juga menimbulkan dampak lanjutan pada fasilitas umum dan aset warga. BPBD Bantul mencatat satu rumah terdampak, tiga tempat usaha, tiga akses jalan terganggu, satu kendaraan mengalami kerusakan, satu jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta tiga titik jaringan listrik yang terdampak kejadian tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan dan kerugian materi,” jelas Antoni.
BPBD Bantul bersama unsur terkait telah melakukan penanganan awal, mulai dari pembersihan material pohon tumbang hingga pengamanan lokasi terdampak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan. Langkah ini dilakukan sembari memantau perkembangan cuaca yang masih berpotensi memicu kejadian serupa di wilayah lain.
“Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat,” ujar Antoni, seiring imbauan kewaspadaan menghadapi potensi angin kencang yang masih dapat terjadi dan berdampak pada keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.