PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Harga daging sapi di Kabupaten Sleman terpantau stabil dan tidak terdampak isu kenaikan harga yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman memastikan kondisi harga serta pasokan masih terkendali di pasar-pasar tradisional.
Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Bidang Perdagangan Disperindag Sleman, Fitriana Nurhayati, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga daging sapi di Bumi Sembada masih sejalan dengan rata-rata wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Harga daging sapi paha belakang tercatat berada di kisaran Rp140.714 per kilogram, sedangkan paha depan berada di angka Rp139.286 per kilogram. Data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan rutin Disperindag Sleman di pasar tradisional.
Menurut Fitriana, hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan permintaan yang signifikan sehingga harga masih relatif terkendali. Disperindag Sleman terus melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak harga di tingkat pedagang.
Sementara itu, Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, menegaskan bahwa dari sisi pasokan, kondisi daging sapi di Sleman tergolong aman. Hal tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman.
“Saat ini memang sudah mulai terlihat ada sedikit peningkatan lalu lintas ternak masuk ke Sleman dan prediksi pasokan sampai dengan menjelang Ramadan 1447 H cukup aman dan stabil,” kata Mae Rusmi dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, peningkatan arus masuk ternak justru menjadi sinyal positif dalam menjaga ketersediaan daging sapi menjelang periode permintaan tinggi. Disperindag Sleman bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan guna menjaga stabilitas pasar serta daya beli masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.